Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu pertimbangan utama saat memilih mobil. Apalagi saat ini Pemerintah Indonesia menghimbau mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) akibat perang yang terjadi di Timur Tengah, yang membuat pasokan terganggu dan naiknya standar harga minyak mentah dunia.
Untungnya, semua mobil Mitsubishi Motors dirancang sebagai mobil yang efisien. Hadirnya berbagai teknologi dan fitur, dirancang untuk mengoptimalkan konsumsi BBM tanpa mengorbankan performa.
Sebagai contoh, menurut artikel Kompas.com: Uji Konsumsi BBM Mitsubishi Destinator ini catatan konsumsi bahan bakar Destinator cukup menjanjikan. Dengan mesin 1.500cc turbocharger, SUV premium 7-penumpang tersebut mampu membukukan angka 13,4 km per liter untuk rute dalam kota yang beragam. Sementara untuk rute tol mampu mencatatkan angka 14,8 km per liter.
Lalu, fitur apa saja yang berperan besar dalam membuat mobil Mitsubishi Motors lebih irit? Berikut penjelasannya:
MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control)
MIVEC adalah teknologi pengaturan katup variabel milik Mitsubishi. Cara kerjanya MIVEC mengatur waktu buka-tutup katup sesuai kebutuhan mesin dan gaya berkendara. Saat putaran rendah, efisiensi bahan bakar diutamakan. Saat putaran tinggi, tenaga dimaksimalkan.
Keuntungannya BBM lebih hemat saat kondisi santai, sementara performa tetap responsif saat dibutuhkan.
Transmisi CVT (Continuously Variable Transmission)
CVT berbeda dari transmisi otomatis konvensional karena tidak menggunakan perpindahan gigi bertahap. Cara kerjanya, CVT menjaga putaran mesin tetap stabil di titik paling efisien.
Sehingga keunggulannya membuat akselerasi halus tanpa hentakan, putaran mesin lebih stabil, dan konsumsi BBM lebih hemat.
Eco Indicator
Fitur sederhana tapi sangat membantu. Cara kerjanya, indikator ECO akan menyala saat Anda berkendara dalam kondisi hemat bahan bakar.
Manfaatnya adalah untuk memberi feedback langsung ke pengemudi untuk membantu membentuk gaya berkendara yang lebih irit. Fitur ini juga mengurangi kebiasaan akselerasi berlebihan.
Mesin Aluminium (Lightweight Engine)
Beberapa mesin Mitsubishi menggunakan material aluminium. Keunggulan material aluminium membuat bobot mesin lebih ringan dibanding besi, pembuangan panas lebih baik, sehingga mengurangi beban kerja mesin.
Dampaknya ke efisiensi membantu bobot total mobil lebih ringan sehingga konsumsi BBM lebih hemat.
Electronic Control Unit (ECU) Pintar
ECU adalah “otak” dari mesin modern yang berperan mengatur suplai bahan bakar, mengontrol pembakaran yang menyesuaikan dengan kondisi berkendara.
Mitsubishi Motors membuat pengaturan ECU lebih advanced sehingga membawa keuntungan pembakaran lebih presisi, meminimalkan bahan bakar terbuang sia-sia. Sehingga efisiensi meningkat secara keseluruhan.
BACA JUGA
• Mitsubishi Destinator: Fitur Lengkap, Nyaman, dan Siap Pakai Untuk Harian
• Extended 24 Hours Emergency Service Untuk Kenyamanan Pengguna