Kami menggunakan cookies untuk mengumpulkan informasi mengenai bagaimana pengunjung menggunakan website kami. Cookies membantu kami untuk memberikan pengalaman terbaik kepada Anda ketika menggunakan website kami. Dengan klik tombol “Terima Cookies”, Anda setuju untuk menggunakan cookies ini.
30 Januari 2026
Cara Mengendarai Mobil Saat Hujan dan Tips Menerjang Banjir Jika Terpaksa
Hujan deras kerap membuat kondisi jalan menjadi licin, jarak pandang terbatas, dan tak jarang memunculkan genangan hingga banjir. Situasi ini menuntut pengemudi mobil untuk lebih waspada dan memahami teknik berkendara yang benar agar terhindar dari kecelakaan maupun kerusakan kendaraan.
Lalu, bagaimana cara mengendarai mobil saat hujan dan jika terpaksa harus menerjang banjir atau genangan air?
Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak Aman
Saat hujan daya cengkram ban ke aspal menurun drastis. Oleh karena itu kurangi kecepatan sejak awal, jaga jarak lebih panjang dari kendaraan di depan, dan hindari manuver mendadak. Mengemudi terlalu agresif saat hujan justru meningkatkan risiko aquaplaning, yaitu kondisi ketika ban kehilangan traksi akibat lapisan air.
Jalan aspal yang basah dapat menyebabkan ban kehilangan traksi dan kendaraan menjadi lebih sulit dikendalikan. Di jalan basah, yang kita lawan bukan mobil lain, tapi grip ban itu sendiri. Disarankan untuk memacu kendaraan sesuai batas minimum, misal di jalan tol berarti melaju di kecepatan 60 km/jam. Bila perlu sejajarkan atau ikuti laju mobil di depan Anda tujuannya untuk mengurangi genangan air yang ada di jalan.
Waspada Lubang Jalanan
Genangan air berpotensi menutupi lubang dalam di jalanan. Karena itu, selalu hindari genangan air agar ban tidak menghajar lubang yang tak terlihat. Jika terpaksa masuk ke genangan, kurangi kecepatan mobil agar hantaman ban tidak terlampau keras masuk lubang yang potensi merusak kaki-kaki mobil dan ban.
Pastikan Wiper dan Lampu Berfungsi Optimal
Sebelum dan saat hujan sebaiknya menyalakan lampu utama (low beam) bukan hazard. Lampu utama bukan hanya untuk melihat, tetapi agar mobil lebih mudah terlihat oleh pengendara lain baik di depan maupun di belakang. Sementara lampu hazard justru berpotensi membingungkan pengemudi lain saat mobil kita bermanuver.
Selain itu, jika mobil Mitsubishi Motors Anda dilengkapi auto headlight atau auto wiper silakan diaktifkan sebelum berkendara. Hal ini akan memungkinkan mobil menghidupkan fitur-fitur tersebut secara otomatis ketika hujan turun dan cuaca mendung. Sehingga pengemudi bisa lebih fokus mengemudi.
Kenali Kedalaman Genangan atau Banjir
Jika mobil terpaksa menerjang banjir maka wajib diperkirakan kedalamannya. Secara umum batas aman genangan air adalah tidak melebihi setengah tinggi ban atau tidak melewati bibir bawah bumper depan. Hal tersebut mempertimbangkan gelombang air tidak masuk ke saluran air intake mesin. Jika air tampak keruh dan tidak terlihat batas jalannya, sebaiknya tunda perjalanan atau cari rute alternatif.
Gunakan Gigi Rendah dan Kecepatan Stabil
Saat terpaksa melewati genangan, gunakan gigi rendah (1 atau 2 untuk manual, L untuk matic). Jaga kecepatan pelan dan konstan pada 1.500-2.000 rpm dan usahakan jangan berhenti di tengah genangan. Teknik ini membantu mencegah air masuk ke knalpot dan menjaga putaran mesin tetap stabil.
Hindari Menginjak Gas dan Rem Secara Mendadak
Saat di tengah genangan, menginjak gas terlalu dalam dapat menciptakan gelombang air yang berisiko masuk ke ruang mesin. Begitu juga dengan pengereman mendadak yang bisa membuat mobil selip. Karena itu injak gas secara halus, lepaskan rem perlahan, dan biarkan mobil bergerak dengan momentum yang terkontrol.
Matikan AC dan Fitur yang Tidak Diperlukan
Jika memungkinkan matikan AC saat melewati banjir atau genangan cukup tinggi. Hal ini membantu mengurangi beban mesin dan menjaga putaran mesin tetap stabil. Fokuskan seluruh performa mobil untuk melewati kondisi jalan yang sulit.
Periksa Kondisi Mobil Setelah Melewati Banjir
Setelah berhasil melewati genangan, injak rem perlahan beberapa kali untuk mengeringkan kampas, pastikan suara mesin normal dan tidak ada keanehan. Pastikan pula respons gas dan rem tetap normal. Jika muncul gejala tidak biasa pada mobil, segera lakukan pengecekan di bengkel resmi Mitsubishi Motors untuk mencegah kerusakan lanjutan.
Mengendarai mobil saat hujan dan menerjang banjir bukan soal nekat, tetapi soal teknik, kesabaran, dan pengambilan keputusan yang tepat. Dengan kecepatan yang terkendali, pemahaman batas mobil, serta gaya berkendara yang halus, risiko kecelakaan dan kerusakan dapat diminimalkan. Tetap waspada, utamakan keselamatan, dan jangan ragu untuk berhenti jika kondisi memang tidak memungkinkan.
BACA JUGA
• Persiapkan Kembali Mobil Mitsubishi Motors Menjadi Mobil Harian yang Andal
• Alasan Destinator Tetap Stabil Meski Ground Clearance-nya Tinggi
