#DiRumahAja Jangan Lupakan Perawatan Mobil yang Terparkir Lama di Garasi

Saat ini pemerintah masih menganjurkan masyarakat untuk #dirumahaja demi memutus rantai penyebaran virus corona atau Covid-19. Sekolah diliburkan dan juga para pekerja kantoran mayoritas bekerja dari rumah. Tapi hal ini membawa satu persoalan bagi mereka yang memiliki kendaraan, karena bisa dipastikan mobil Anda ini akan hanya diam saja di garasi rumah.

Tentunya jika mobil terlalu lama diam di garasi akan menyebabkan beberapa masalah. Untuk itu sebaiknya Anda juga harus rajin mengecek kondisi mobil Anda. Berikut ini adalah beberapa cara untuk merawat mobil Anda yang lama parkir di garasi rumah.

  1. Jangan Lupa Panaskan Mesin

Ini adalah hal pertama yang harus Anda lakukan, minimal setiap 3 hari sekali. Pasalnya jika mobil terlalu lama diam maka akan bermasalah pada aki atau baterai. Jangan Lupa untuk menjaga RPM pada range minimal 1500 pada saat memanaskan mesin, kurang lebih 10 -15 menit. Karena pada RPM di bawah itu (1500 RPM), pengisian daya ke aki kurang maksimal. Jika mesin tidak dinyalakan secara rutin, bisa dipastikan kemampuannya melemah, mengingat tidak adanya siklus pengisian ulang daya dari alternator yang terjadi seperti saat mesin hidup atau berjalan. Jangan lupa cek juga kondisi air aki jika aki mobil Anda masih menggunakan tipe aki basah.

  1. Periksa Oli Mesin

Masalah berikutnya jika mobil terlalu lama parkir adalah pada pelumas mesin. Jika mesin mobil tidak rutin dinyalakan maka ada kemungkinan oli mesin akan mengendap di bagian bawah mesin. Jika sudah begitu maka ini artinya fungsi oli untuk melumasi bagian mesin akan berkurang. Ketika dinyalakan maka akan terjadi gesekan antar komponen mesin karena oli tersebut tidak berfungsi melumasi dengan maksimal. Sebaiknya Anda mengganti oli terlebih dahulu jika mobil sudah terlalu lama diam dan mesin tidak dinyalakan secara rutin.

  1. Selalu Isi bahan bakar hingga penuh

Ketika berniat untuk meninggalkan mobil dalam waktu yang lama, pastikan jika kondisi tangki dalam keadaan yang penuh. Tujuannya adalah agar tidak ada sisa ruang udara di tangki kendaraan yang dapat mengakibatkan embun/kondensasi yang nantinya berakibat pada penurunan kualitas bahan bakar akibat adanya proses kondensasi tersebut, Seperti Bensin menjadi basi. Efek dari BBM basi inilah yang berbahaya untuk sistem pembakaran. Dampaknya dapat menyumbat injector (pada mobil injeksi), atau lebih parahnya lagi residu yang mengendap di dasar tangki menjadi penyebab kebocoran tangki karena residu menimbulkan karat. Tentu nya hal ini akan membuat kinerja mesin menjadi terganggu.

  1. Cek Tekanan Angin pada Ban

Berikutnya adalah masalah pada ban jika mobil cenderung diam dalam waktu yang lama. Tekanan angin si karet bundar bakal berkurang dan menyebabkannya rata sebelah atau flat spot. Jika sudah begini maka kerusakan di kaki-kaki bisa juga menjalar ke bearing roda, karena beban hanya bertumpu pada satu titik. Jikapun ingin memarkirkan dalam waktu panjang, sebaiknya isi dengan tekanan angin maksimal.

Lakukan juga pengecekan setiap seminggu sekali atau mendongkrak mobil supaya ban tidak langsung menyentuh lantai. Ini bisa dilakukan untuk mengurangi gejala kempis atau ban rata sebelah tadi. Dan untuk menghindari kerusakan pada bearing roda, panaskan mobil sembari membawanya berjalan agar roda berputar.

  1. Parkir di Tempat Yang Datar

Cara merawat mobil yang jarang dipakai lainnya adalah dengan memarkirkannya pada tempat yang datar dan jangan aktifkan rem parkir yang hal ini dapat mengakibatakan lengketnya kampas rem dengan piringan rem jika dalam kurun waktu yang lama. Baiknya masukkan ke gigi-1 untuk mobil bertransmisi manual dan posisi “P” untuk mobil bertransmisi automatic. Jika kondisi parkiran kurang datar, Anda bisa mengakalinya dengan mengganjal ban mobil.

  1. Jadi Sarang Tikus

Ini biasanya menjadi masalah yang umum, jika mobil tidak pernah bergerak maka akan menjadi sarang bagi tikus. Terutama bagi mobil yang parkir di tempat gelap, ini akan mengundang binatang pengerat ini untuk menetap. Jika sudah demikian, bisa saja dia menggerogoti komponen mobil seperti kabel lampu, klakson bahkan mesin. Akibatnya tentu saja mobil akan mengalami kerusakan jika ada salah satu komponennya yang digigit oleh tikus ini. Belum lagi jika mereka menetap di bawah kap mobil, ada bau tak sedap dari kotoran tikus yang bersarang di mesin saat AC mobil dinyalakan.

Untuk mencegahnya Anda lakukan dengan mencoba beberapa cara. Dimulai dengan mencuci bersih mobil, hingga kolong dan kap mesin. Letakan kapur barus di beberapa bagian mesin, tempatkan dengan cara menggantungnya. Beri bau tak sedap buat tikus seperti pembasmi hama, aroma peppermint, dan lain-lain.

Tidak cuma tikus, binatang – binatang kecil seperti semut, atau kutu yang dapat merusak komponen kelistrikan juga berpotensi masuk lebih besar, untuk mencegahnya tidak lupa untuk membersihkan sisa makanan dan minuman di dalam kabin kendaraan. Caranya dapat dengan di vacuum atau dilap dengan kain lembab.