Kami menggunakan cookies untuk mengumpulkan informasi mengenai bagaimana pengunjung menggunakan website kami. Cookies membantu kami untuk memberikan pengalaman terbaik kepada Anda ketika menggunakan website kami. Dengan klik tombol “Terima Cookies”, Anda setuju untuk menggunakan cookies ini.
13 September 2021
Cara Hemat Bahan Bakar dengan Berkendara Eco Driving
Mengemudi secara eco driving atau berkendara hemat bahan bakar memang tidak mudah, semua kembali kepada kebiasaan dan gaya berkendara masing-masing individu. Tapi ada tips dan triknya bagaimana cara agar cara berkendara Anda dapat tergolong sebagai berkendara eco driving.
Ada beberapa hal yang harus dipahami oleh pengendara untuk bisa berkendara hemat BBM, karena banyak faktor yang membuat kenapa si A kok bisa lebih irit dari si B, padahal mobilnya sama. Salah satu faktor adalah tidak hanya dari teknologi mobil atau kendaraannya, tapi lebih kepada sisi pengendara dan juga kondisi lalu lintas yang bisa membuat konsumsi bahan bakar kendaraan jadi berbeda-beda.
Paling utama memang kepada kondisi jalan, tapi perlu Anda pahami juga bagaimana pola dan teknik berkendara yang mampu menghemat BBM ini. Ketika kondisi jalan yang macet tentu akan berakibat kepada konsumsi BBM yang lebih boros.
Berikut ini beberapa tips untuk menerapkan eco driving agar gaya berkendara Anda jadi lebih hemat.
Tidak perlu memanaskan mesin
Tidak disarankan untuk memanaskan mesin dalam waktu lama. Apabila jarum penunjuk suhu mesin mobil bergerak, kendaraan sudah dapat dijalankan.
Kurangi pengggunaan AC
AC tentu menjadi syarat utama saat Anda membeli mobil, terutama di kondisi iklim tropis seperti di Indonesia. Namun, ada aturan jika Anda ingin melaksanakan eco driving tadi. Atur kira-kira suhu di dalam kabin sekitar 25 derajat jadi kerja kompresor tidak terlalu membebani mesin. Jangan gunakan AC dengan suhu paling dingin secara terus menerus (biasanya 18 derajat), karena ini bakal membuat konsumsi BBM meningkat.
Jangan lakukan akselerasi tiba-tiba
Saat berkendara awal, tidak disarankan menekan pedal gas terlalu dalam secara mendadak, terutama saat mobil berjalan dari kondisi diam. Berakselerasilah secara perlahan sekitar 20 km/jam selama 5 detik. Dengan cara ini, konsumsi BBM jadi lebih hemat.
Jaga kecepatan konstan
Mengemudi dengan kecepatan konstan juga bisa menghemat BBM. Sebagai contoh: Laju kecepatan mobil jangan melebihi 80 km/jam. Kemudian lakukan perpindahan gigi di kisaran 2.000 rpm untuk mobil manual, atau jika berkendara dengan mobil bertransmisi otomatis bisa pertahankan putaran mesin di sekitar 2.000 rpm.
Manfaatkan engine brake
Anda dapat menggunakan engine brake atau melepas pedal gas untuk mengurangi laju kendaraan. Cara ini juga disebut dengan deselerasi. Saat menggunakan engine brake, mesin akan menghentikan suplai bahan bakar dan penggunaan bahan bakar lebih hemat.
Cek tekanan angin ban
Sudah banyak diketahui, ban turut memengaruhi efisiensi kendaraan. Untuk itu lakukan pengecekan tekanan angin ban secara rutin. Berkurangnya tekanan dari tekanan normal, maka mobil Anda sudah memberi dampak lebih boros BBM.
Gunakan bahan bakar yang sesuai rekomendasi
Berikutnya yang harus diperhatikan agar dapat berkendara hemat BBM adalah penggunaan bahan bakar yang sesuai anjuran, yaitu bahan bakar dengan nilai oktan yang disarankan (sesuai buku manual kendaraan). Selain itu, bahan bakar berkualitas juga bisa meminimalisir polusi dari gas buang kendaraan, sehingga menjadi lebih ramah untuk lingkungan sekitar.
Maksimalkan fitur Eco Drive di mobil
Pada kendaraan Mitsubishi (terutama varian tertinggi dan menengah ke atas) terdapat fitur eco drive assist dan dan Eco Meter yaitu fitur Fungsi ini menampilkan bagaimana Anda mengemudi dengan menghemat bahan bakar di bawah kondisi mengemudi yang berbeda.
Tampilan ECO drive assist dan eco meter akan berubah jika anda mengemudi seperti di bawah ini, dengan menghemat bahan bakar menggunakan akselerasi yang disesuaikan dengan kecepatan kendaraan.

Jangan lupa untuk selalu melakukan perawatan berkala secara tepat waktu, karena jika kondisi mobil kesayangan selalu prima maka tentunya konsumsi bahan bakar juga akan terjaga dengan baik. Pastikan Anda selalu melakukan pengecekan berstandar dan prosedur resmi di bengkel resmi Mitsubishi untuk memastikan kondisi kendaraan Anda selalu dalam kondisi prima.
Artikel Terkait

31 Agustus 2026
Frameless Panoramic Roof New Xforce: Bikin Kabin Terasa Lebih Lapang
Keberadaan fitur panoramic roof pada mobil membuat kabin terasa lebih terang dan lega. Mitsubishi New Xforce baik varian hybrid maupun bermesin bensin, saat ini sudah dilengkapi atap kaca tersebut, untuk menunjang kenyamanan dan kemewahannya. Klik di sini untuk Informasi selengkapnya...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pengalaman Pakai Mitsubishi Xforce Dikira Pakai Mobil Listrik
Mitsubishi Xforce menjadi pilihan Adi Kamer Putra, seorang profesional yang menjabat sebagai Executive to President Director di salah satu perusahaan BUMN terkemuka. Bagi Adi, Mitsubishi Xforce menawarkan kombinasi desain modern, kenyamanan, teknologi, serta kemampuan yang sesuai untuk kebutuhan berkendara di perkotaan maupun perjalanan luar kota. Baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mengapa Mobil Hybrid dan ICE Paling Relevan Untuk Pasar Indonesia?
Elektrifikasi kendaraan terus berkembang di Indonesia. Namun, di tengah meningkatnya pilihan mobil listrik, kendaraan hybrid dan mesin pembakaran internal (ICE) masih menjadi pilihan yang relevan. Alasannya sederhana, karena kondisi Indonesia membutuhkan kendaraan yang praktis, fleksibel, dan bisa digunakan di berbagai wilayah. Selengkapnya baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pandangan 360, Manuver Lebih Percaya Diri dengan Mitsubishi New Xforce
Parkir atau bermanuver di area sempit menjadi lebih mudah dengan kamera 360 derajat atau yang disebut sebagai Multi Around Monitor (MAM). Fitur kamera multiarah ini sudah menjadi standar pada keluarga New Xforce, baik berpenggerak HEV maupun ICE. Selengkapnya baca di sini..
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mitsubishi New Xforce ICE: Pilihan Masuk Akal untuk First SUV Buyer
Memilih SUV pertama bukan sekadar soal desain. Bagi first SUV buyer, mobil ideal harus menawarkan posisi berkendara yang lebih tinggi, nyaman digunakan sehari-hari, mudah dikendarai, sekaligus tidak membuat pemilik harus beradaptasi terlalu banyak dengan teknologi baru. Informasi lebih lanjut klik di sini...
Selengkapnya











