Kami menggunakan cookies untuk mengumpulkan informasi mengenai bagaimana pengunjung menggunakan website kami. Cookies membantu kami untuk memberikan pengalaman terbaik kepada Anda ketika menggunakan website kami. Dengan klik tombol “Terima Cookies”, Anda setuju untuk menggunakan cookies ini.
17 November 2025
Kapan Saatnya Rotasi Ban, Spooring, dan Balancing?
Rotasi ban adalah proses memindahkan posisi ban dari satu sisi ke sisi lainnya secara berkala. Tujuannya agar keausan ban merata, sehingga umur ban jadi lebih panjang dan kendaraan lebih stabil saat dikemudikan.
Jika rotasi tidak dilakukan, ban yang bertindak sebagai penggerak mobil (FWD: depan, RWD: belakang) biasanya akan lebih cepat aus karena menanggung beban puntir mesin, setir dan bahkan pengereman. Akibatnya, kenyamanan dan keamanan berkendara bisa menurun.
Selain itu, gaya berkendara, permukaan jalan yang dilalui, dan pengaturan keselarasan sudut serta keseimbangan roda (spooring dan balancing) juga berpengaruh terhadap seberapa sering kita perlu merotasi posisi ban. Umumnya, disarankan untuk merotasi ban setiap 6 bulan atau 10 ribu.
Lantas bagaimana cara yang benar saat merotasi ban?
Front Wheel Drive (FWD): Mobil berpenggerak roda depan, kedua ban depan bertukar sisi (menyilang kiri ke kanan) namun pindah ke belakang. Ban belakang bertukar maju di sisi yang sama.
Rear Wheels Drive (RWD): Mobil berpenggerak roda belakang, kedua ban belakang diletakkan ke sisi depan dengan menyilang. Ban depan pindah ke belakang dengan sisi yang sama.
All Wheel Drive (AWD/4WD): Mobil berpenggerak empat roda, kedua set ban bertukar sisi dan posisi. Ban depan bergerak mundur dan bertukar sisi, dan ban belakang bergerak maju dan beralih sisi.
Spooring dan Balancing
Kedua istilah ini tak hanya penting untuk membuat keausan ban merata, tetapi juga agak handling dan kenyamanan mobil tetap maksimal.
Spooring dilakukan untuk memastikan roda sejajar dan sudutnya sesuai spesifikasi pabrikan. Tanda mobil wajib di-spooring adalah sebagai berikut: Setir terasa tidak lurus saat mobil melaju lurus, mobil terasa menarik ke kanan atau kiri, ban aus tidak merata. Waktu ideal melakukan spooring adalah setiap 10 ribu kilometer atau setelah melalui jalan rusak, menabrak lubang, atau trotoar.
Balancing tujuannya agar roda berputar seimbang dan tidak bergetar saat kecepatan tinggi. Tanda perlu balancing: setir bergetar saat kecepatan tinggi, ban terasa tidak stabil atau bergoyang. Waktu ideal melakukan balancing setiap rotasi ban, atau jika terasa getaran pada roda.
Nah, setelah mengetahui pentingnya rotasi ban, spooring dan balancing sebaiknya segera lakukan ke mobil Mitsubishi Motors kesayangan jika belum atau sudah terasa gejala-gejala seperti yang disebut di atas. Konsultasikan ke bengkel resmi Mitsubishi Motors terdekat agar kendaraan kembali nyaman dan aman.
BACA JUGA
• Fitur Mitsubishi All-New Destinator yang Berguna Saat Hujan
• Baru Diluncurkan, All-New Destinator Sudah Dapat Banyak Penghargaan
Artikel Terkait

30 Juli 2026
7 Servis Ringan Mobil yang Bisa Dilakukan di Rumah, Praktis dan Hemat Biaya!
Merawat mobil tidak selalu harus dilakukan di bengkel. Ada beberapa servis ringan yang bisa dikerjakan sendiri di rumah menggunakan peralatan sederhana. Selain membantu menghemat biaya perawatan “in this economy”, kebiasaan ini juga membuat Anda lebih peka terhadap kondisi mobil Mitsubishi Motors kesayangan sehingga potensi kerusakan dapat diketahui lebih awal. Baca di sini...
Selengkapnya
30 Juli 2026
Mitsubishi Xforce: Stabil, Nyaman, dan Kaya Fitur
Memilih mobil SUV bukan hanya soal desain, tetapi juga kenyamanan, fitur, serta performa setelah digunakan dalam jangka panjang. Salah satu pemilik Mitsubishi Xforce, Candra, membagikan pengalamannya setelah mobilnya menempuh 59.500 kilometer. Selengkapnya baca di sini...
Selengkapnya
30 Juli 2026
Mitsubishi Xforce HEV vs Xforce ICE: Kupas Perbedaan Tampilan, Fitur, hingga Varian
Mitsubishi Motors Indonesia resmi menghadirkan Mitsubishi New Xforce Hybrid Electric Vehicle (HEV) sebagai pilihan baru di segmen SUV kompak. Kehadiran varian hybrid ini melengkapi Mitsubishi Xforce bermesin bensin (Internal Combustion Engine/ICE) yang telah lebih dulu dipasarkan. Klik untuk info lebih lanjut...
Selengkapnya
30 Juli 2026
Bisa Menempuh 1.000 km, Inilah Keistimewaan Sistem Hybrid Mitsubishi New Xforce HEV
Mitsubishi Motors menghadirkan pendekatan berbeda di kelas SUV kompak melalui Mitsubishi New Xforce HEV (Hybrid Electric Vehicle). Menariknya, alih-alih hanya menggabungkan mesin bensin dan motor listrik, New Xforce HEV justru dibekali dengan sistem hybrid yang mampu memilih sumber tenaga paling efisien secara otomatis sesuai kondisi berkendara. Baca di sini...
Selengkapnya
30 Juli 2026
Mitsubishi New Xforce HEV Resmi Meluncur di GIIAS 2026!
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) resmi memperkenalkan Mitsubishi New Xforce HEV pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. SUV berkonsep Elevated Urban SUV ini hadir dengan dua pilihan teknologi, yakni Internal Combustion Engine (ICE) dan Hybrid Electric Vehicle (HEV), sehingga memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen Indonesia. Baca di sini...
Selengkapnya










