Kami menggunakan cookies untuk mengumpulkan informasi mengenai bagaimana pengunjung menggunakan website kami. Cookies membantu kami untuk memberikan pengalaman terbaik kepada Anda ketika menggunakan website kami. Dengan klik tombol “Terima Cookies”, Anda setuju untuk menggunakan cookies ini.
15 Januari 2026
Lampu Rem Mitsubishi Xforce dan Destinator Terlihat Kecil? Ini Alasan Desain dan Teknologinya
Belakangan ini lampu rem Mitsubishi Xforce dan Destinator banyak diperbincangkan, karena dinilai tampak lebih kecil dan ramping dibanding kompetitor sekelasnya. Hal ini sempat memunculkan pertanyaan di khalayak, apakah desain ini hanya soal estetika atau ada alasan teknis dan regulasi di baliknya? Jawabannya: bukan sekadar gaya.
Filosofi desain Dynamic Shield & Modern Minimalism yang dalam beberapa tahun terakhir konsisten menjadi ciri khas mobil-mobil Mitsubishi Motors, menjadi dasar bagaimana pendekatan minimalist but functional menjadi ciri khas. Filosofi berkendara yang memberikan perlindungan bagi pengemudi dan juga orang lain di sekitarnya, dengan mempertahankan tampilan sporty dengan performa tinggi.
Karena itu, bahasa desain Dynamic Shield berfokus pada garis tegas, siluet ramping, serta tampilan futuristik. Pada Xforce dan Destinator, lampu belakang dibuat lebih tipis (slim) agar buritan mobil terlihat lebih lebar dan stabil, memberi kesan modern dan berteknologi tinggi, serta menyesuaikan tren global desain SUV kompak dan crossover
Desain lampu kecil bukan berarti fungsi dikorbankan, justru menjadi bagian dari pendekatan minimalist but functional. Hal tersebut memungkinkan dilakukan berkat adanya peran teknologi lampu LED yang kecil secara fisik namun besar secara fungsi.
Teknologi LED modern pada lampu rem Xforce dan Destinator memiliki keunggulan dibanding lampu konvensional. Misalnya cahayanya lebih terang dan fokus, respons menyala lebih cepat, panas rendah sehingga tidak butuh reflektor besar, serta umur pakai lebih panjang.
Dengan LED, tidak dibutuhkan housing besar untuk menghasilkan cahaya yang jelas. Mitsubishi Motors memanfaatkan hal ini untuk mengurangi ukuran fisik lampu, namun tetap menjaga visibilitas optimal. Itulah sebabnya lampu rem Xforce dan Destinator bisa terlihat ramping, namun tetap menyala tegas saat diinjak.
Apakah tetap terlihat jelas di siang hari? Tentu saja! Alasannya karena lampu rem LED Xforce dan Destinator memakai high-intensity illumination sehingga warna merah yang dipilih memiliki kontras tinggi terhadap cahaya matahari. Sudut pancar cahaya juga dirancang agar tetap terlihat dari berbagai jarak dan posisi
Selain itu, para insyinyur Mitsubishi Motors juga mengatur posisi lampu rem di area strategis yang mudah terlihat. Menambahkan pula high mount stop lamp (lampu rem tengah) yang posisinya lebih tinggi dan sangat efektif sebagai penanda pengereman.
Regulasi Lampu Belakang Mobil di Indonesia
Meski desainnya ramping, lampu rem Mitsubishi Xforce dan Destinator tetap wajib memenuhi regulasi. Di Indonesia, aturan lampu kendaraan mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012, yang poin penting soal regulasi lampu rem menyebut:
Warna wajib merah
Intensitas cahaya harus terlihat jelas siang dan malam
Wajib memiliki lampu rem utama + lampu rem tambahan (high mount stop lamp)
Sudut pandang dan jarak pandang harus sesuai standar keselamatan
Artinya ukuran fisik lampu tidak menjadi patokan utama, selama intensitas dan visibilitas memenuhi standar yang ditetapkan. Lampu rem kecil bukan berarti kurang aman, atau lampu rem besar tidak selalu lebih terlihat. Yang paling penting adalah teknologi cahaya yang diusung, posisi penempatan lampu rem, serta intensitas dan sudut pancarnya.
Karena itu lampu rem Mitsubishi Xforce dan Destinator dibuat kecil bukan tanpa alasan. Desain ini merupakan hasil kombinasi dari filosofi desain modern, teknologi LED efisiensi tinggi, pertimbangan aerodinamika, serta kepatuhan penuh terhadap regulasi lalu lintas Indonesia Desain boleh minimal, tapi fungsi tetap maksimal!
BACA JUGA
• Alasan Mitsubishi Destinator Stabil Meski Ground Clearance-nya Tinggi
• POV User Destinator: Nyaman Untuk Long Trip, Bertenaga, dan Modern!
Artikel Terkait

31 Agustus 2026
Frameless Panoramic Roof New Xforce: Bikin Kabin Terasa Lebih Lapang
Keberadaan fitur panoramic roof pada mobil membuat kabin terasa lebih terang dan lega. Mitsubishi New Xforce baik varian hybrid maupun bermesin bensin, saat ini sudah dilengkapi atap kaca tersebut, untuk menunjang kenyamanan dan kemewahannya. Klik di sini untuk Informasi selengkapnya...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pengalaman Pakai Mitsubishi Xforce Dikira Pakai Mobil Listrik
Mitsubishi Xforce menjadi pilihan Adi Kamer Putra, seorang profesional yang menjabat sebagai Executive to President Director di salah satu perusahaan BUMN terkemuka. Bagi Adi, Mitsubishi Xforce menawarkan kombinasi desain modern, kenyamanan, teknologi, serta kemampuan yang sesuai untuk kebutuhan berkendara di perkotaan maupun perjalanan luar kota. Baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mengapa Mobil Hybrid dan ICE Paling Relevan Untuk Pasar Indonesia?
Elektrifikasi kendaraan terus berkembang di Indonesia. Namun, di tengah meningkatnya pilihan mobil listrik, kendaraan hybrid dan mesin pembakaran internal (ICE) masih menjadi pilihan yang relevan. Alasannya sederhana, karena kondisi Indonesia membutuhkan kendaraan yang praktis, fleksibel, dan bisa digunakan di berbagai wilayah. Selengkapnya baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pandangan 360, Manuver Lebih Percaya Diri dengan Mitsubishi New Xforce
Parkir atau bermanuver di area sempit menjadi lebih mudah dengan kamera 360 derajat atau yang disebut sebagai Multi Around Monitor (MAM). Fitur kamera multiarah ini sudah menjadi standar pada keluarga New Xforce, baik berpenggerak HEV maupun ICE. Selengkapnya baca di sini..
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mitsubishi New Xforce ICE: Pilihan Masuk Akal untuk First SUV Buyer
Memilih SUV pertama bukan sekadar soal desain. Bagi first SUV buyer, mobil ideal harus menawarkan posisi berkendara yang lebih tinggi, nyaman digunakan sehari-hari, mudah dikendarai, sekaligus tidak membuat pemilik harus beradaptasi terlalu banyak dengan teknologi baru. Informasi lebih lanjut klik di sini...
Selengkapnya











