Kami menggunakan cookies untuk mengumpulkan informasi mengenai bagaimana pengunjung menggunakan website kami. Cookies membantu kami untuk memberikan pengalaman terbaik kepada Anda ketika menggunakan website kami. Dengan klik tombol “Terima Cookies”, Anda setuju untuk menggunakan cookies ini.
08 Februari 2020
Tips Konvoi yang Aman dan Tertib Menurut Rifat Sungkar
Perjalanan konvoi atau touring menggunakan mobil kerap dilakukan oleh pemilik mobil, terutama komunitas atau klub mobil. Tapi tahukah Anda kalau saat konvoi itu ada aturan yang harus dipatuhi oleh semua anggota konvoi. Karena saat Anda bepergian dalam rombongan yang banyak biasanya dapat mengganggu pengguna jalan lain.
Untuk itu, Rifat Sungkar selaku Brand Ambassador Mitsubishi Motors di Indonesia membagikan tips bagaimana melakukan konvoi dengan aman dan nyaman.
Menurut pria yang juga pereli nasional ini, dalam konvoi itu paling penting ada formasi dan dipimpin oleh road captain atau mobil yang berada di paling depan. Biasa disebut juga dengan lead car.
“Road captain ini harus bisa mengatur semua mobil yang berada dalam rombongan, dan harus paling mengerti lokasi, rute dan escape plan. Road captain itu juga tidak boleh punya kebiasaan untuk speed up dan speed down. Artinya road captain harus selalu mengatur mobil dalam kecepatan konstan,” ujar Rifat di Lombok, Nusa Tenggara Barat.Kecepatan mobil harus konstan karena dengan panjangnya konvoi progressive speed akan terjadi di belakang. Hal ini yang paling bahaya dalam rombongan konvoi.
“Jadi di dalam konvoi itu, rombongan yang paling belakang akan berkendara dalam kecepatan yang lebih dari mobil di depannya. Untuk itu road captain harus selalu berkendara dalam kecepatan konstan.”
Rifat juga menambahkan dalam satu rombongan konvoi itu, satu road captain maksimal hanya bisa mengawal 10 mobil, paling maksimal adalah 12 mobil. Selain itu, mobil yang berada dalam rombongan konvoi juga harus memiliki pengetahuan berkendara yang baik.
Karena menurut Rifat dalam rombongan konvoi itu setiap mobil tidak boleh berada dalam satu garis lurus, melainkan harus satu ke kanan dan satu ke kiri. Paling tidak setengah bodi mobil ke kanan, kemudian di belakangnya setengah bodi ke kiri.
“Kenapa begitu? Karena dalam konvoi itu akan terjadi progressive speed dan imbasnya adalah jarak pengereman setiap mobil akan berbeda-beda. Jadi kalau rombongan berjalan tidak dalam satu garis lurus, maka ketika terjadi pengereman mendadak masing-masing masih bisa melakukan manuver ke kanan dan ke kiri,” jelas Rifat.
Berikutnya adalah sweeper di bagian belakang, yang tugasnya juga penting karena harus mengetahui tentang escape plan. Di mana escape plan ini adalah rute alternatif ketika terjadi sesuatu di jalan.
Tapi menurut Rifat dari semua ini, yang paling penting adalah radio komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan mobil yang berada dalam rombongan.
Patut dipahami jika sekarang ini masyarakat Indonesia sangat sensitif dengan rombongan konvoi di jalan. Oleh karena itu, Rifat mengatakan tidak ada alasan dalam konvoi ini menggunakan pengawalan atau menggunakan lampu strobo yang ingin selalu didahulukan.

“Pengawalan itu hanya untuk rombongan VIP saja, untuk komunitas atau masyarakat umum seharusnya tidak ada yang namanya pengawalan.”
Sebagai penanda jika mobil dalam rombongan konvoi sebaiknya hanya menyalakan lampu besar saja di seluruh mobil peserta konvoi. Rifat sangat menolak keras jika ada yang menggunakan lampu hazard dalam rombongan konvoi ini.
Terakhir adalah untuk kecepatan maksimal dalam rombongan konvoi, yaitu tidak boleh melebihi 80 km/jam untuk di jalan tol. Sementara di jalan raya paling ideal adalah 40 sampai 50 km/jam.
Jarak antar mobil juga perlu diperhatikan, karena menurut Rifat dalam konvoi tetap harus memperhatikan jarak antar mobil sesuai aturan yaitu 3 detik. Karena ini adalah teori safety driving dan jarak aman antara mobil adalah 3 detik.
Kalau konvoi terputus berarti menjadi tanggung jawab road captain. Di mana seharusnya road captain ini tidak boleh berhenti seenaknya saat ada rombongan yang terputus.
“Road captain itu seharusnya paham kondisi saat rombongan terputus, karena ketika mobil di depan berhenti seenaknya untuk menunggu mobil yang terputus akan mengganggu pengguna jalan lainnya.”
Selain itu putusnya konvoi ini akan menghambat waktu sehingga road captain harus paham dengan checkpoint berikutnya. Jadi menurut Rifat tidak ada yang saling menunggu di pinggir jalan.
“Kalau rombongan tidak terlalu panjang mungkin masih bisa menunggu sambil berjalan pelan. Tapi jika rombongan konvoi cukup panjang, sebaiknya ya langsung bertemu di checkpoint berikutnya saja,” tutupnya
Artikel Terkait

31 Agustus 2026
Frameless Panoramic Roof New Xforce: Bikin Kabin Terasa Lebih Lapang
Keberadaan fitur panoramic roof pada mobil membuat kabin terasa lebih terang dan lega. Mitsubishi New Xforce baik varian hybrid maupun bermesin bensin, saat ini sudah dilengkapi atap kaca tersebut, untuk menunjang kenyamanan dan kemewahannya. Klik di sini untuk Informasi selengkapnya...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pengalaman Pakai Mitsubishi Xforce Dikira Pakai Mobil Listrik
Mitsubishi Xforce menjadi pilihan Adi Kamer Putra, seorang profesional yang menjabat sebagai Executive to President Director di salah satu perusahaan BUMN terkemuka. Bagi Adi, Mitsubishi Xforce menawarkan kombinasi desain modern, kenyamanan, teknologi, serta kemampuan yang sesuai untuk kebutuhan berkendara di perkotaan maupun perjalanan luar kota. Baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mengapa Mobil Hybrid dan ICE Paling Relevan Untuk Pasar Indonesia?
Elektrifikasi kendaraan terus berkembang di Indonesia. Namun, di tengah meningkatnya pilihan mobil listrik, kendaraan hybrid dan mesin pembakaran internal (ICE) masih menjadi pilihan yang relevan. Alasannya sederhana, karena kondisi Indonesia membutuhkan kendaraan yang praktis, fleksibel, dan bisa digunakan di berbagai wilayah. Selengkapnya baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pandangan 360, Manuver Lebih Percaya Diri dengan Mitsubishi New Xforce
Parkir atau bermanuver di area sempit menjadi lebih mudah dengan kamera 360 derajat atau yang disebut sebagai Multi Around Monitor (MAM). Fitur kamera multiarah ini sudah menjadi standar pada keluarga New Xforce, baik berpenggerak HEV maupun ICE. Selengkapnya baca di sini..
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mitsubishi New Xforce ICE: Pilihan Masuk Akal untuk First SUV Buyer
Memilih SUV pertama bukan sekadar soal desain. Bagi first SUV buyer, mobil ideal harus menawarkan posisi berkendara yang lebih tinggi, nyaman digunakan sehari-hari, mudah dikendarai, sekaligus tidak membuat pemilik harus beradaptasi terlalu banyak dengan teknologi baru. Informasi lebih lanjut klik di sini...
Selengkapnya











