Kami menggunakan cookies untuk mengumpulkan informasi mengenai bagaimana pengunjung menggunakan website kami. Cookies membantu kami untuk memberikan pengalaman terbaik kepada Anda ketika menggunakan website kami. Dengan klik tombol “Terima Cookies”, Anda setuju untuk menggunakan cookies ini.
31 Oktober 2024
Ultrasonic Misacceleration Mitigation System Mencegah Kesalahan Pengemudi Saat Berkendara
Pada Mitsubishi New Pajero Sport, terdapat rangkaian fitur keselamatan yang meminimalkan kesalahan pengemudi saat berkendara. Salah satunya adalah Ultrasonic Misacceleration Mitigation System (UMS) untuk mencegah dan mengurangi dampak kerusakan dari potensi kecelakaan.
UMS bekerja seperti radar yang secara otomatis mengirim sinyal jika ada hambatan. Empat sensor yang terletak di bumper depan dan 4 sensor di bumper belakang menjadi pemicu kerja UMS. Sensor tersebut akan membuat sistem menahan output mesin hingga 5 detik ketika mendeteksi kendaraan atau penghalang pada jarak 4 meter di depan dan di belakang kendaraan, sekaligus menilai bahwa pedal gas ditekan terlalu cepat dan kuat seperti sedang terjadi salah pengoperasian.
Simulasinya seperti ini; misalnya pengemudi panik dan melakukan rem mendadak karena ada objek di depan yang semakin mendekat. Namun dalam situasi serba cepat tersebut, yang terjadi pengemudi malah menginjak pedal gas. Nah, barulah fitur UMS tersebut akan terasa manfaatnya. Jeda waktu 5 detik bisa dimanfaatkan pengemudi untuk menyadari kesalahannya, kemudian menginjak rem.
Sistem UMS bekerja saat kendaraan sedang berhenti, maju atau mundur pada kecepatan sekitar 10 km/jam. Saat Ultrasonic Misacceleration Mitigation System bekerja, tampilan peringatan akan muncul di layar informasi di cluster instrumen, dan buzzer akan bersuara putus-putus. Fitur UMS akan secara otomatis siaga setelah mobil dinyalakan. Namun bisa dinonaktifkan dengan cara menekan tombolnya selama lebih dari 3 detik.
Kapan UMS Tidak Aktif?
Ada kalanya Ultrasonic Misacceleration Mitigation System tidak dapat beroperasi pada situasi-situasi yang tak memenuhi syarat. Misalnya dalam kondisi-kondisi berikut:
Sensor atau sekitarnya telah dilap dengan tangan.
Stiker atau aksesoris menghalangi ke sensor atau area sekitarnya. Termasuk lumpur, air, dan salju.
Pada saat terjadi perubahan suhu lingkungan yang sangat besar, atau pada keadaan cuaca yang buruk (hujan, angin kuat, salju, badai pasir, dan lainnya.)
Apabila mendekati penghalang yang terlalu dekat. Misalnya kendaraan yang menyeberang tiba-tiba.
Saat hanya sebagian penghalang yang berada dalam deteksi area sensor.
Saat sensor terkena panas atau dingin yang berlebihan.
Baru saja menghidupkan mesin.
Ketika melewati jalan dengan banyak belokan yang berliku, termasuk ketika memasuki awal atau akhir belokan.
Saat mengemudi di jalan yang curam dengan banyak tanjakan dan turunan.
Saat permukaan jalan bergelombang dan tidak rata.
Saat body kendaraan sangat miring karena membawa muatan yang berat atau penyetelan tekanan ban yang tidak tepat.
Saat pengemudian tidak stabil dikarenakan kecelakaan atau terdapat permasalahan.
Sistem mengalami gangguan ultrasonik dari sumber lainnya.
Saat penghalang tidak berbentuk horizontal dengan arah perjalanan kendaraan.
Artikel Terkait

30 Juli 2026
7 Servis Ringan Mobil yang Bisa Dilakukan di Rumah, Praktis dan Hemat Biaya!
Merawat mobil tidak selalu harus dilakukan di bengkel. Ada beberapa servis ringan yang bisa dikerjakan sendiri di rumah menggunakan peralatan sederhana. Selain membantu menghemat biaya perawatan “in this economy”, kebiasaan ini juga membuat Anda lebih peka terhadap kondisi mobil Mitsubishi Motors kesayangan sehingga potensi kerusakan dapat diketahui lebih awal. Baca di sini...
Selengkapnya
30 Juli 2026
Mitsubishi Xforce: Stabil, Nyaman, dan Kaya Fitur
Memilih mobil SUV bukan hanya soal desain, tetapi juga kenyamanan, fitur, serta performa setelah digunakan dalam jangka panjang. Salah satu pemilik Mitsubishi Xforce, Candra, membagikan pengalamannya setelah mobilnya menempuh 59.500 kilometer. Selengkapnya baca di sini...
Selengkapnya
30 Juli 2026
Mitsubishi Xforce HEV vs Xforce ICE: Kupas Perbedaan Tampilan, Fitur, hingga Varian
Mitsubishi Motors Indonesia resmi menghadirkan Mitsubishi New Xforce Hybrid Electric Vehicle (HEV) sebagai pilihan baru di segmen SUV kompak. Kehadiran varian hybrid ini melengkapi Mitsubishi Xforce bermesin bensin (Internal Combustion Engine/ICE) yang telah lebih dulu dipasarkan. Klik untuk info lebih lanjut...
Selengkapnya
30 Juli 2026
Bisa Menempuh 1.000 km, Inilah Keistimewaan Sistem Hybrid Mitsubishi New Xforce HEV
Mitsubishi Motors menghadirkan pendekatan berbeda di kelas SUV kompak melalui Mitsubishi New Xforce HEV (Hybrid Electric Vehicle). Menariknya, alih-alih hanya menggabungkan mesin bensin dan motor listrik, New Xforce HEV justru dibekali dengan sistem hybrid yang mampu memilih sumber tenaga paling efisien secara otomatis sesuai kondisi berkendara. Baca di sini...
Selengkapnya
30 Juli 2026
Mitsubishi New Xforce HEV Resmi Meluncur di GIIAS 2026!
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) resmi memperkenalkan Mitsubishi New Xforce HEV pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. SUV berkonsep Elevated Urban SUV ini hadir dengan dua pilihan teknologi, yakni Internal Combustion Engine (ICE) dan Hybrid Electric Vehicle (HEV), sehingga memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen Indonesia. Baca di sini...
Selengkapnya











