Kami menggunakan cookies untuk mengumpulkan informasi mengenai bagaimana pengunjung menggunakan website kami. Cookies membantu kami untuk memberikan pengalaman terbaik kepada Anda ketika menggunakan website kami. Dengan klik tombol “Terima Cookies”, Anda setuju untuk menggunakan cookies ini.
18 Maret 2026
Apa yang Harus Dilakukan Jika Mobil Overheat saat Macet Mudik?
Saat periode mudik Lebaran, salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah kemacetan di jalur mudik yang tidak bisa diprediksi. Kemacetan jalan ini menjadi salah satu tantangan tersendiri dan dapat terjadi di jalan tol maupun jalur arteri.
Hal yang harus diwaspadai saat kondisi ini adalah overheat. Lantas, apa yang harus dilakukan jika mobil mengalami overheat saat macet mudik?
Apa Itu Overheat pada Mobil?
Overheat adalah kejadian di mana suhu mesin mobil terlalu panas sehingga mempengaruhi performa mobil secara keseluruhan. Overheat ini ditandai dengan indikator suhu yang biasanya berwarna merah menyala atau jika mobil dilengkapi dengan jarum indikator suhu naik dari C (Cool) ke H (Hot).
Mesin mobil yang kepanasan ini biasanya dapat langsung dirasakan ketika mengemudi. Ciri-cirinya, AC menjadi tidak dingin tiba-tiba, akselerasi mobil mulai tersendat, bahkan di kondisi ekstrem sistem keamanan mobil bisa mematikan beberapa fitur tertentu atau malah mesin mobilnya yang dimatikan paksa untuk mencegah kerusakan meluas.
BACA JUGA: Bahaya Tidur di dalam Mobil yang Berhenti dengan Kondisi AC Menyala
Penyebab Mobil Overheat Saat Terjebak Macet
Salah satu penyebab mobil overheat saat terjebak macet yang paling umum terjadi adalah kipas extra fan yang tidak menyala. Sehingga perlahan suhu mesin menjadi naik dan terjadi overheat. Sebab ketika macet, mesin tidak mendapatkan suplai udara yang optimal untuk mendinginkan mesin.
Penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasi juga membuat mobil overheat. Misalnya oil viscosity terlalu kental yang menyebabkan pergerakan komponen internal mulai dari piston, katup, per klep dan bagian vital pada mesin tersendat.
Sebaliknya oli yang terlalu encer juga kurang baik, sebab dapat membuat pompa oli bekerja lebih keras untuk mengambil oli dari oil pan dan memompa ke seluruh bagian mesin. Potensi untuk oil pump gagal bekerja lebih tinggi dengan penggunaan oli encer.
Untuk itu selalu pilih kekentalan oli yang sesuai dengan spesifikasi mesin mobil Anda sesuai dengan anjuran yang tertera pada buku manual.
BACA JUGA: Jangan Panik! Ini yang Perlu Dilakukan Jika Ban Mobil Bocor Saat Berkendara
Apa yang Harus Dilakukan Saat Mesin Mulai Panas?
1. Mencari Lokasi Aman untuk Berhenti
Hal pertama yang harus dilakukan saat mesin mulai panas adalah mencari lokasi untuk berhenti dengan aman. Bila overheat terjadi di jalan arteri biasanya lebih mudah sebab ruang aman untuk berhenti lebih luas daripada jalan tol.
Tapi apabila kejadian overheat terjadi di jalan bebas hambatan proses menghentikan kendaraan tidak bisa dilakukan sembarangan. Karena berpotensi menghambat laju kendaraan lain atau bahkan berisiko menyebabkan kecelakaan.
Berhenti di bahu jalan pun terkadang bukan solusi. Sebab di kemacetan jalur mudik bukan tidak mungkin bahu jalan digunakan untuk mobil melintas. Bahkan, di beberapa kemacetan ekstrim petugas jalan tol melakukan diskresi dengan mengarahkan kendaraan untuk melewati bahu jalan tersebut guna memecah kemacetan.
2. Pindahkan Kendaraan ke Lokasi yang Lebih Aman
Bila kondisi sudah memungkinkan, pindahkan mobil ke rest area serta hubungi bengkel resmi yang dapat menangani kondisi darurat ini.
Situasi seperti ini juga menjadi pengingat pentingnya melakukan persiapan kendaraan sebelum mudik Lebaran, salah satunya dengan melakukan servis di bengkel resmi.
Lakukan general check up sebelum berangkat mudik guna mengetahui kondisi mobil secara menyeluruh. Dengan begitu, Anda dapat melakukan antisipasi lebih awal jika ada komponen yang perlu diganti, sehingga kondisi mobil tetap prima selama perjalanan.
3. Matikan Mesin dan Buka Kap
Matikan mesin dan buka kap mesin untuk mempercepat suhu turun. Jangan lakukan apapun termasuk membuka tutup radiator, sebab tekanan di dalam radiator yang tinggi akan membuat cairan coolant yang ada di dalamnya tersembur ke luar dan mencelakakan. Cairan coolant yang panas ini akan membuat kulit melepuh.
Bila suhu mesin masih tinggi, jangan sekalipun mencoba untuk menghidupkan mesin sebab dapat menyebabkan komponen internal seperti cylinder block, pistons, liner, valve, per klep hingga gasket melengkung akibat kepanasan. Kalau sudah begini kompresi mesin akan bocor, bahkan lebih parahnya cairan coolant dari water jacket akan bercampur ke ruang bakar.
Setelah suhu mesin turun yang ditandai dari lampu indikator suhu yang sudah mati atau jarum penunjuk suhu yang telah di bawah setengah, barulah coba cek air coolant radiatornya. Agar aman lihat di tangki radiator cadangan atau reservoir coolant terlebih dahulu, baru cek cairan coolant pada radiator utama.
Segera hubungi jasa derek kendaraan untuk dapat membawa mobil Mitsubishi Family ke bengkel resmi Mitsubishi Motors terdekat agar segera mendapatkan bantuan dari mekanik ahli dan tersertifikasi, guna memperkecil risiko kerusakan mesin.
4. Gunakan Tanda Darurat
Cara paling aman bila terpaksa harus segera menghentikan kendaraan, ambil jalur di luar bahu jalan atau mepet paling kiri. Gunakan lampu hazard sebagai tanda darurat, dan pakai segitiga pengaman lalu letakkan 50 meter di belakang mobil.
Tujuannya adalah memberikan notifikasi ke pengendara lain bila mobil yang Mitsubishi Family kendarai sedang mengalami situasi darurat.
Bila Mitsubishi Family membutuhkan bantuan penanganan mesin overheat bisa langsung hubungi bengkel resmi Mitsubishi Motors, atau kunjungi langsung Dealer Siaga Mitsubishi Motors terdekat dari lokasi Anda.
Anda juga bisa melakukan Service Booking melalui aplikasi My Mitsubishi Motors ID (MMID). Dengan fitur ini, Anda dapat menjadwalkan servis kendaraan dengan lebih mudah dan praktis tanpa perlu menunggu antrean saat datang ke bengkel resmi.
Nikmati mudik Lebaran 2026 dengan kenyamanan dan keandalan berkendara bersama mobil Mitsubishi Motors. Mobil Mitsubishi Motors dirancang untuk mendukung mobilitas perjalanan jarak jauh dengan sistem mesin, transmisi, dan kaki-kaki yang andal.
Artikel Terkait

02 Juni 2026
3 Pilihan Mobil SUV Mitsubishi Motors, Pilihan Tepat untuk Perkotaan Hingga Libas Jalanan Ekstrem
Mitsubishi Motors memiliki line up yang sangat lengkap untuk kategori mobil Sport Utility Vehicle (SUV). Berikut deretan SUV Mitsubishi Motors yang dapat menjadi mitra perjalanan, mulai dari area perkotaan hingga melibas jalanan ekstrem.
Selengkapnya
25 Mei 2026
Tips Pilih Warna Mobil yang Sesuai Karakter Diri
Memilih warna mobil pertama bukan hanya soal tampilan, tetapi juga berkaitan dengan karakter pribadi, kemudahan perawatan, hingga nilai jual kembali di masa depan. Simak tips memilih warna mobil yang sesuai dengan Anda.
Selengkapnya
25 Mei 2026
3 Keistimewaan Paket Premium Khusus Mitsubishi Destinator Ultimate
Mitsubishi Destinator Ultimate Premium hadir dengan fitur eksklusif seperti Power Seat Adjuster, Dynamic Sound Yamaha Premium, dan Hands-free Power Tailgate untuk pengalaman berkendara keluarga yang lebih nyaman dan premium.
Selengkapnya
22 Mei 2026
Jangan Tunggu Sampai Mogok, 5 Ciri Mobil Sudah Butuh Perawatan Berkala
Ketahui ciri umum yang menandakan mobil Anda sudah waktunya menjalani perawatan berkala secara menyeluruh di bengkel resmi.
Selengkapnya
22 Mei 2026
Suku Cadang Mobil yang Wajib Diganti Secara Rutin
Pahami jenis suku cadang mobil yang wajib diganti rutin agar performa kendaraan tetap optimal. Kenali perbedaan fast moving parts dan slow moving parts beserta tips perawatan berkala di bengkel resmi Mitsubishi Motors.
Selengkapnya












