Selama bulan Ramadan, tubuh mengalami perubahan ritme akibat menjalankan ibadah puasa, sementara aktivitas harian seperti berkendara tetap harus dilakukan.
Agar tetap aman di jalan, pengemudi perlu menjaga fokus dan meningkatkan kewaspadaan. Berikut tips mengemudi aman saat berpuasa.
Penuhi Kebutuhan Gizi
Salah satu poin penting agar berkendara aman selama puasa adalah tidak melewatkan sahur. Sebab, puasa dilakukan lebih dari 12 jam, otomatis kebutuhan nutrisi harian tubuh dan asupan sangat penting.
Usahakan makan bergizi serta nutrisi harian badan tercukupi. Apalagi ketika hendak mengemudi dalam jangka waktu lama. Tubuh juga harus cukup asupan air ketika sahur, atau bisa juga ditambah dengan minuman isotonik.
BACA JUGA: Bukan Hanya Soal Muatan, Ini Faktor Penting dalam Memilih Mobil Mudik
Hindari Berkendara di Kecepatan Tinggi
Mengemudi ketika puasa tak ubahnya dengan saat normal. Utamakan selalu jaga jarak dan hindari berkendara pada kecepatan tinggi agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terutama saat harus melakukan pengereman mendadak.
Jaga jarak minimal 3 detik dari kendaraan lain di depan. Tujuannya, agar tubuh manusia dan juga mobil memiliki waktu reaksi yang cukup bila harus melakukan pengereman darurat atau melakukan evasive maneuver saat dibutuhkan.
Istirahat yang Cukup

Selain menghindari berkendara di kecepatan tinggi, tidur yang cukup juga membantu untuk terus aman ketika berpuasa. Sebagai informasi, manusia idealnya membutuhkan waktu istirahat (tidur) sekitar 6 hingga 8 jam sehari. Hal itu agak sulit diwujudkan saat Ramadan karena waktu tidur terpotong untuk sahur.
Tak jarang Anda mengantuk saat masuk siang hari. Ketika jam istirahat atau sesudah ibadah Dzuhur ada baiknya lakukan power napping sejenak. Caranya dengan tidur maksimal 15 menit baik di kursi maupun sofa atau tempat lain yang memungkinkan. Power napping akan membantu mengembalikan stamina saat berpuasa.
Tetap Sabar dan Berhati-Hati Saat Berkendara
Umumnya pada bulan Ramadan itu traffic jauh lebih padat daripada biasanya. Orang bisa berangkat aktivitas lebih pagi dan pulang dari tempat aktivitas juga lebih awal dari biasanya. Ini memicu bahaya tersendiri atau istilahnya jam rawan.
Kecelakaan lalu lintas umumnya paling sering terjadi saat menjelang 2 hingga 3 jam sebelum waktu buka puasa. Anda harus sangat waspada pada jam-jam rawan ini.
Tetap fokus, hati-hati, dan tidak membuat manuver mendadak, seperti mengerem atau menyalip juga membantu Anda untuk terus mengemudi aman ketika berpuasa. Sebab reaksi pengendara lain juga bisa dipastikan turun oleh karena kondisi puasa tersebut.
Pastikan Mobil dalam Kondisi Prima
Selain kondisi fisik dan mental pengemudi yang harus tetap prima selama berpuas, lakukan pemeriksaan dan juga servis rutin kendaraan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi yang prima. Mobil yang sehat akan membantu pengemudi tetap tenang dan fokus, terutama saat menghadapi situasi lalu lintas yang padat.
Biasanya kendaraan bekerja lebih keras atau intens terutama pada sore hari karena kondisi lalu lintas akan mulai padat 2 hingga 3 jam menjelang waktu buka puasa. Kondisi lalu lintas padat ini dapat menyebabkan suhu mesin tinggi.
Berikut adalah rangkuman beberapa komponen penting yang perlu diperiksa secara rutin:
Sistem pengereman
Tekanan dan kondisi ban
Lampu kendaraan
Sistem pendingin mesin
Wiper dan cairan washer
Jadi, itulah tips dan panduan mengemudi aman ketika berpuasa. Pastikan mobil Anda selalu dalam kondisi terbaik selama bulan Ramadan. Kunjungi bengkel resmi Mitsubishi Motors dan lakukan pengecekan hingga perawatan berkala sebelum aktivitas padat dimulai.