Kami menggunakan cookies untuk mengumpulkan informasi mengenai bagaimana pengunjung menggunakan website kami. Cookies membantu kami untuk memberikan pengalaman terbaik kepada Anda ketika menggunakan website kami. Dengan klik tombol “Terima Cookies”, Anda setuju untuk menggunakan cookies ini.
13 September 2021
Apa Saja Kelebihan Mesin Turbo VGT dari Turbo Konvensional?
Mesin turbo sekarang ini bukan lagi konsumsi untuk mobil sport saja, tapi sudah mulai tersedia di mobil-mobil keluarga seperti MPV dan juga SUV. Seperti pada model Mitsubishi Pajero Sport, Mitsubishi Triton, dan juga Mitsubishi Eclipse Cross.
Bedanya hanya mesin turbo pada mesin diesel dan mesin bensin, untuk Pajero Sport dan Triton tentunya bermesin diesel yang sudah menggunakan teknologi turbo Variable Geometry Turbo (VGT). Ini adalah pengembangan terbaru dari mesin turbo diesel, di mana secara umum turbo di mesin diesel ada 2 jenis, yaitu turbo fixed geometry turbo (FGT) dan variable geometry turbo (VGT).
Lantas apa sih perbedaan turbo fixed dengan turbo variable ini? Mesin FGT dikenal juga dengan sebutan mesin turbo konvensional. Teknologi turbo sebenarnya sudah cukup lama ditemukan, namun ketika itu lebih dikenal sebagai turbo konvensional ini. Pada dasarnya, turbo adalah sebuah perangkat yang dipasang di mesin kendaraan yang tujuan awalnya adalah untuk meningkatkan tenaga dari kapasitas mesin yang ada.
Pada turbo konvensional ini masih memiliki kekurangan berupa turbo-lag, yaitu ada "kekosongan" tenaga sebelum turbo menghembuskan udara padat ke dalam mesin (spool-up). Efeknya respon yang diterima sejak injakan pedal ke tenaga mesin seolah-olah terasa ada jeda atau lag.
Teknologi turbo itu menggunakan baling-baling untuk menekan udara ke dalam ruang bakar pada mesin, di mana kalau dihembus angin dari sudut atas maka kipas akan berputar lebih cepat, namun kalau sudutnya miring, maka kipas berputar lebih lambat. Semakin besar air ratio (AR) turbonya, semakin lama juga turbo lag-nya. Sistem seperti ini adalah yang diterapkan di turbo konvensional.
Maka kemudian diciptakanlah turbo VGT untuk mengurangi gejala turbo-lag ini, yang memiliki bilah-bilah lebih banyak yang membuat kompresinya dapat diatur bervariasi. Teknologi VGT ini dilengkapi dengan satu ring yang memiliki kisi-kisi untuk mengatur sudut datang angin yang nantinya berfungsi untuk memutar turbo. Kisi-kisi ini bisa mengecil dan membesar berdasarkan perintah dari engine ECU.
Prinsip kerjanya adalah, jika angin datang dengan kondisi kisi-kisi yang besar, otomatis membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memutar turbo. Sebaliknya, dengan kondisi kisi-kisi yang kecil, tentu akan membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk mendapatkan boost dari turbo itu
Untuk mendapatkan dorongan turbo di RPM rendah, maka kita gunakan turbo yang lebih kecil atau yang sekarang ini diaplikasikan sebagai VGT. Semakin kecil turbo, otomatis AR juga semakin kecil, maka semakin cepat kipas turbonya berputar.
Sebagai informasi, jika dulu dengan turbo konvensional dorongan turbo baru dirasakan di putaran mesin di atas 3.000 rpm dan mobil baru terasa lebih kencang. Tapi dengan VGT ini, dorongan turbo sudah bisa dirasakan di rentang putaran mesin 1.600 sampai 2.000 rpm
Teknologi VGT ini adalah sebuah teknologi yang sangat membantu untuk mempertahankan dorongan turbo yang paling ideal di rentang RPM yang panjang. Dengan adanya VGT, kinerja mesin juga menjadi lebih ideal karena mendapatkan tenaga yang lebih maksimal.
Selain itu, VGT juga membantu penghematan bahan bakar. Turbo konvensional tentunya membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak karena putaran mesin harus lebih tinggi. Sedangkan dengan VGT, tenaga yang dihasilkan lebih besar pada rentang RPM yang lebih panjang sehingga tercapat efisiensi bahan bakar yang lebih baik.
Itu sebabnya teknologi VGT sendiri banyak diaplikasikan di mobil turbo diesel modern karena memberikan kenyamanan lebih, performa yang optimal dan efisiensi bahan bakar yang bagus untuk penggunaan sehari-hari.
Artikel Terkait

31 Agustus 2026
Frameless Panoramic Roof New Xforce: Bikin Kabin Terasa Lebih Lapang
Keberadaan fitur panoramic roof pada mobil membuat kabin terasa lebih terang dan lega. Mitsubishi New Xforce baik varian hybrid maupun bermesin bensin, saat ini sudah dilengkapi atap kaca tersebut, untuk menunjang kenyamanan dan kemewahannya. Klik di sini untuk Informasi selengkapnya...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pengalaman Pakai Mitsubishi Xforce Dikira Pakai Mobil Listrik
Mitsubishi Xforce menjadi pilihan Adi Kamer Putra, seorang profesional yang menjabat sebagai Executive to President Director di salah satu perusahaan BUMN terkemuka. Bagi Adi, Mitsubishi Xforce menawarkan kombinasi desain modern, kenyamanan, teknologi, serta kemampuan yang sesuai untuk kebutuhan berkendara di perkotaan maupun perjalanan luar kota. Baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mengapa Mobil Hybrid dan ICE Paling Relevan Untuk Pasar Indonesia?
Elektrifikasi kendaraan terus berkembang di Indonesia. Namun, di tengah meningkatnya pilihan mobil listrik, kendaraan hybrid dan mesin pembakaran internal (ICE) masih menjadi pilihan yang relevan. Alasannya sederhana, karena kondisi Indonesia membutuhkan kendaraan yang praktis, fleksibel, dan bisa digunakan di berbagai wilayah. Selengkapnya baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pandangan 360, Manuver Lebih Percaya Diri dengan Mitsubishi New Xforce
Parkir atau bermanuver di area sempit menjadi lebih mudah dengan kamera 360 derajat atau yang disebut sebagai Multi Around Monitor (MAM). Fitur kamera multiarah ini sudah menjadi standar pada keluarga New Xforce, baik berpenggerak HEV maupun ICE. Selengkapnya baca di sini..
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mitsubishi New Xforce ICE: Pilihan Masuk Akal untuk First SUV Buyer
Memilih SUV pertama bukan sekadar soal desain. Bagi first SUV buyer, mobil ideal harus menawarkan posisi berkendara yang lebih tinggi, nyaman digunakan sehari-hari, mudah dikendarai, sekaligus tidak membuat pemilik harus beradaptasi terlalu banyak dengan teknologi baru. Informasi lebih lanjut klik di sini...
Selengkapnya











