Kami menggunakan cookies untuk mengumpulkan informasi mengenai bagaimana pengunjung menggunakan website kami. Cookies membantu kami untuk memberikan pengalaman terbaik kepada Anda ketika menggunakan website kami. Dengan klik tombol “Terima Cookies”, Anda setuju untuk menggunakan cookies ini.
27 Februari 2025
BATAS AMAN MENERJANG BANJIR KETIKA MENGEMUDI
Kondisi cuaca belakangan ini sedang tak menentu. Ada kalanya panas, tetapi tak jarang hujan lebat dan badai turun. Biasanya curah hujan yang tiba-tiba seperti ini membawa dampak genangan air yang bahkan bisa berkategori tinggi (banjir). Nah, sebagai pengemudi kita dituntut bisa membaca situasi, termasuk jika harus melewati genangan air.
Lantas, berapa tingginya genangan air atau banjir yang masih aman dan bisa dilewati mobil kita? Sebelum menjawab hal ini, Anda harus pahami dulu jika banyak bagian-bagian mobil yang bisa kemasukan air saat menerjang banjir. Beberapa bagian tersebut antara lain: lubang knalpot, tangki bahan bakar, bagian bawah pintu, dan tentunya lubang udara mesin.
Jika bagian-bagian tersebut dimasuki air, tentu saja banyak hal negatif yang timbul. Mulai dari karat, korsleting, hingga kerusakan parah di mesin. Karena itu, usahakan jaga bagian-bagian ini dari arus air yang mungkin akan masuk, jika kita terpaksa berjalan di genangan air.
Patokan paling aman ketika mobil melintasi genangan banjir adalah, ketika permukaan air maksimal berada pada level setengah roda. Lalu jalankan mobil dengan perlahan menggunakan gigi rendah, sembari mengikuti arah gelombang air dari kendaraan di depan.
Selain itu, jaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta jaga putaran mesin tetap rendah agar potensi mesin menghisap air juga rendah. Setelah melewati genangan banjir jangan langsung ngebut, tetapi cek dulu kinerja rem mobil dengan cara menekannya beberapa kali sambil mobil bergerak. Dengan begitu maka kampas dan cakram atau tromol rem kering kembali.
Nah, jika beberapa indikator di atas tidak bisa dilakukan, maka langkah paling bijak adalah mencari jalur lain yang tidak tergenang banjir. So, tetap berkendara dengan aman ya!
Artikel Terkait

31 Agustus 2026
Frameless Panoramic Roof New Xforce: Bikin Kabin Terasa Lebih Lapang
Keberadaan fitur panoramic roof pada mobil membuat kabin terasa lebih terang dan lega. Mitsubishi New Xforce baik varian hybrid maupun bermesin bensin, saat ini sudah dilengkapi atap kaca tersebut, untuk menunjang kenyamanan dan kemewahannya. Klik di sini untuk Informasi selengkapnya...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pengalaman Pakai Mitsubishi Xforce Dikira Pakai Mobil Listrik
Mitsubishi Xforce menjadi pilihan Adi Kamer Putra, seorang profesional yang menjabat sebagai Executive to President Director di salah satu perusahaan BUMN terkemuka. Bagi Adi, Mitsubishi Xforce menawarkan kombinasi desain modern, kenyamanan, teknologi, serta kemampuan yang sesuai untuk kebutuhan berkendara di perkotaan maupun perjalanan luar kota. Baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mengapa Mobil Hybrid dan ICE Paling Relevan Untuk Pasar Indonesia?
Elektrifikasi kendaraan terus berkembang di Indonesia. Namun, di tengah meningkatnya pilihan mobil listrik, kendaraan hybrid dan mesin pembakaran internal (ICE) masih menjadi pilihan yang relevan. Alasannya sederhana, karena kondisi Indonesia membutuhkan kendaraan yang praktis, fleksibel, dan bisa digunakan di berbagai wilayah. Selengkapnya baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pandangan 360, Manuver Lebih Percaya Diri dengan Mitsubishi New Xforce
Parkir atau bermanuver di area sempit menjadi lebih mudah dengan kamera 360 derajat atau yang disebut sebagai Multi Around Monitor (MAM). Fitur kamera multiarah ini sudah menjadi standar pada keluarga New Xforce, baik berpenggerak HEV maupun ICE. Selengkapnya baca di sini..
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mitsubishi New Xforce ICE: Pilihan Masuk Akal untuk First SUV Buyer
Memilih SUV pertama bukan sekadar soal desain. Bagi first SUV buyer, mobil ideal harus menawarkan posisi berkendara yang lebih tinggi, nyaman digunakan sehari-hari, mudah dikendarai, sekaligus tidak membuat pemilik harus beradaptasi terlalu banyak dengan teknologi baru. Informasi lebih lanjut klik di sini...
Selengkapnya











