Kami menggunakan cookies untuk mengumpulkan informasi mengenai bagaimana pengunjung menggunakan website kami. Cookies membantu kami untuk memberikan pengalaman terbaik kepada Anda ketika menggunakan website kami. Dengan klik tombol “Terima Cookies”, Anda setuju untuk menggunakan cookies ini.
13 April 2018
Jelajah Jalur Semarang-Yogyakarta Bersama Xpander
Menghabiskan waktu bersama keluarga tidak harus berlibur ke tempat-tempat yang jauh dan sulit dijangkau. Tanpa disadari, di sekitar kita banyak tempat wisata yang tersembunyi namun menyimpan banyak keindahan. Seperti di wilayah Jawa Tengah, tepatnya Semarang dan Salatiga, terdapat banyak tempat wisata yang siap untuk dieksplorasi. Berikut beberapa tempat yang kami kunjungi dalam berpetualang bersama Xpander beberapa waktu lalu.

Brown Canyon
Beberapa kilometer dari kota Semarang, terdapat sebuah tempat yang memiliki pemandangan unik bernama Brown Canyon. Sebenarnya, Brown Canyon bukanlah tempat wisata, melainkan sebuah tempat penambangan yang masih aktif sampai sekarang dan sudah berumur lebih dari 10 tahun.
Uniknya, di kawasan tambang ini ada tebing tebing yang menjulang tinggi menjadikan pemandangan seperti di Grand Canyon, Colorado, Amerika Serikat. Oleh karena itu, tempat ini disebut dengan nama Brown Canyon. Tempat ini menjadi spot favorit bagi pencinta fotografi dan swafoto (selfie), Beberapa Mitsubishi Family juga pernah mengabadikan kendaraannya dengan berfoto di tempat ini.

Akses menuju lokasi juga cukup mudah menjadikan banyak orang datang kesini setiap harinya. Terletak sekitar 19 km dari kota Semarang, Brown Canyon dapat diraih dari arah Pucanggading, Tembalang, dan Mranggen (Demak). Kami mengemudi selama 45 menit setelah sebelumnya sarapan dulu di Soto Ayam Pak Man untuk mencapai tempat ini.

Mengingat kondisi jalan yang berkerikil dan bergelombang, disarankan menggunakan kendaraan dengan ground clearance yang tinggi untuk pergi kesana. Namun karena Brown Canyon bukanlah tempat wisata, jadi fasilitas yang tersedia disana juga belum selengkap tempat wisata pada umumnya.

Vihara Buddhagaya Watu Gong
Kota Semarang tak hanya memiliki Klenteng Sam Po Khong atau Masjid Agung Jawa Tengah. Mitsubishi Family bisa juga mengunjungi Vihara Buddhagaya Watu Gong. Vihara ini berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Banyumanik, Semarang. Tepatnya di depan markas Kodam IV Diponegoro.
Vihara ini merupakan tempat beribadah bagi umat Buddha, namun juga dibuka untuk wisata umum. Nama Watu Gong diambil dari sebuah batu mirip alat musik gong yang dulu berada di depan lokasi vihara. Vihara ini mempunyai dua bangunan utama, yaitu pagoda Avalokitesvara dengan tinggi 45 meter dan aula Dhammasala.
Untuk masuk ke vihara ini, Anda tidak perlu membayar tiket masuk, cukup memberikan dana sumbangan seikhlasnya.

Eling Bening
Wisata Eling Bening memiliki konsep modern resort dengan berbagai fasilitas yang lumayan lengkap. Eling Bening memiliki pemandangan menghadap ke Rawa Pening, danau di Jawa Tengah yang terkenal dengan eceng gondoknya. Eling Bening juga menawarkan pemandangan alam yang sangat indah dengan background Gunung Merbabu, Andong dan Telomoyo yang terlihat berdiri dengan gagah jika tidak tertutup oleh kabut.
Letaknya yang tidak terlalu jauh dari Kota Semarang membuat Eling Bening mudah diakses dan semakin ramai dikunjungi. Lokasi Wisata Eling Bening terletak tidak jauh dari terminal Bawen, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 5 menit ke arah Ambarawa untuk bisa mencapai lokasi.

Kopeng Treetop
Dari Ambarawa, Mitsubishi Xpander pun mengarah ke Salatiga. Karena kondisi geografisnya yang berada di lereng gunung Merbabu, Salatiga memiliki pemandangan dan objek wisata alam yang menawan, yang belum banyak diketahui oleh banyak orang.
Salah satu tempat wisata yang dapat Anda kunjungi adalah Kopeng Treetop. Tempat ini dikelilingi oleh hutan pinus, menawarkan wisata alam yang dipadu dengan kegiatan adventure.

Tempat wisata ini berada di jalan raya kopeng batur, Getasan, Semarang, Jawa Tengah. Lokasinya tak jauh dari Agrowisata salib putih. Untuk menuju ke sini, dari Semarang bisa melalui jalan tol menuju Salatiga. Jalan tol ini masih cenderung sepi dengan pemandangan alam yang membelah bukit.

Setelah keluar tol, Anda akan diajak untuk menaklukkan rute yang menanjak. Kondisi jalan relatif kecil tapi mulus. Mitsubishi Xpander Ultimate dan Sport dengan penggerak depan dan transmisi otomatis 4-speed tidak mengalami kendala saat harus melibas jalur menuju Kopeng Treetop ini. Adanya fitur Hill Start Assist pun sangat membantu ketika harus berhenti di tanjakan.
Tak hanya mengandalkan permainan adventure saja, kopeng tree top juga menghadirkan tenda kemping dan resto bernama Treetop Sky Resto. Menariknya restoran tersebut berada diatas pohon pinus dan desainnya pun terbilang unik. Lokasi ini juga cocok bagi Anda yang gemar berfoto.

Ketep Pass
Satu lagi tempat wisata yang menawarkan pemandangan pegunungan di Jawa Tengah adalah Ketep Pass. Terletak pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, Ketep Pass ini menyajikan panorama indah yang sering diselimuti oleh kabut tebal.
Ketep Pass ini dilengkapi dengan fasilitas gardu pandang, Ketep Volcano Theatre, Ketep Volcano Centre, Ketep Pass Restaurant, Pelataran Panca Arga, dan arena bermain anak-anak.
Obyek Wisata Ketep Pass terletak di jalur Solo-Selo-Boyolali atau tepatnya di Jl. Blabak – Boyolali Km. 16, Ketep, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah. Dari Jogja terdapat dua jalan yang bisa dilewati. Jalur pertama merupakan jalur yang umum dilewati yakni Jalan Magelang – Muntilan – Blabak – Sawangan – Ketep. Sedangkan jalur kedua bisa melewati jalan kecil di samping Klenteng Hok An Kiong sebelum pasar Muntilan.
Jalan menuju Ketep Pass ini tidak jauh berbeda dengan Kopeng, yang menyuguhkan jalan kecil dengan rute yang banyak tanjakan. Lagi-lagi Xpander pun dengan mudah mencapai lokasi ini tanpa hambatan sekalipun.
Titik tertinggi Ketep Pass ini terdapat di Pelataran Panca Arga. Jika cuaca sedang cerah dan tidak ada kabut atau awan yang menghalangi pandangan, Anda bisa melihat keindahan puncak 5 gunung sekaligus dari pelataran ini. Yaitu Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Slamet.
Artikel Terkait

31 Agustus 2026
Frameless Panoramic Roof New Xforce: Bikin Kabin Terasa Lebih Lapang
Keberadaan fitur panoramic roof pada mobil membuat kabin terasa lebih terang dan lega. Mitsubishi New Xforce baik varian hybrid maupun bermesin bensin, saat ini sudah dilengkapi atap kaca tersebut, untuk menunjang kenyamanan dan kemewahannya. Klik di sini untuk Informasi selengkapnya...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pengalaman Pakai Mitsubishi Xforce Dikira Pakai Mobil Listrik
Mitsubishi Xforce menjadi pilihan Adi Kamer Putra, seorang profesional yang menjabat sebagai Executive to President Director di salah satu perusahaan BUMN terkemuka. Bagi Adi, Mitsubishi Xforce menawarkan kombinasi desain modern, kenyamanan, teknologi, serta kemampuan yang sesuai untuk kebutuhan berkendara di perkotaan maupun perjalanan luar kota. Baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mengapa Mobil Hybrid dan ICE Paling Relevan Untuk Pasar Indonesia?
Elektrifikasi kendaraan terus berkembang di Indonesia. Namun, di tengah meningkatnya pilihan mobil listrik, kendaraan hybrid dan mesin pembakaran internal (ICE) masih menjadi pilihan yang relevan. Alasannya sederhana, karena kondisi Indonesia membutuhkan kendaraan yang praktis, fleksibel, dan bisa digunakan di berbagai wilayah. Selengkapnya baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pandangan 360, Manuver Lebih Percaya Diri dengan Mitsubishi New Xforce
Parkir atau bermanuver di area sempit menjadi lebih mudah dengan kamera 360 derajat atau yang disebut sebagai Multi Around Monitor (MAM). Fitur kamera multiarah ini sudah menjadi standar pada keluarga New Xforce, baik berpenggerak HEV maupun ICE. Selengkapnya baca di sini..
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mitsubishi New Xforce ICE: Pilihan Masuk Akal untuk First SUV Buyer
Memilih SUV pertama bukan sekadar soal desain. Bagi first SUV buyer, mobil ideal harus menawarkan posisi berkendara yang lebih tinggi, nyaman digunakan sehari-hari, mudah dikendarai, sekaligus tidak membuat pemilik harus beradaptasi terlalu banyak dengan teknologi baru. Informasi lebih lanjut klik di sini...
Selengkapnya











