26 Oktober 2026
Kenali Waktu dan Tanda Aki Mobil Harus Diganti
Aki (accu) mobil merupakan salah satu komponen penting yang sering luput dari perhatian. Padahal, kondisi aki sangat berpengaruh terhadap kemampuan mobil untuk melakukan starter hingga menjalankan berbagai sistem kelistrikan.
Ketika aki mulai lemah, mobil bisa sulit dihidupkan, lampu menjadi redup, atau berbagai fitur elektronik tidak bekerja secara optimal. Lantas, sebenarnya seberapa penting fungsi aki pada mobil dan kapan waktu yang tepat untuk menggantinya?
Secara sederhana, aki berfungsi sebagai sumber dan penyimpan energi listrik pada mobil. Aki menyuplai listrik ketika mesin belum hidup, terutama untuk proses menghidupkan mesin. Selain itu, aki juga memiliki beberapa fungsi penting lainnya, antara lain:
Menghidupkan mesin. Saat tombol start ditekan atau kunci kontak diputar, aki mengalirkan listrik ke motor starter untuk memutar mesin hingga dapat menyala.
Menyuplai listrik saat mesin belum menyala. Berbagai perangkat seperti lampu, sistem audio, central lock, alarm, hingga perangkat elektronik lainnya tetap membutuhkan listrik ketika mesin belum hidup.
Menjaga sistem kelistrikan mobil bekerja normal. Mobil modern memiliki semakin banyak perangkat elektronik, mulai dari ECU, sensor, sistem Infotainment, hingga berbagai fitur keselamatan.
Menyimpan energi listrik. Ketika mesin hidup, alternator menghasilkan listrik dan mengisi kembali energi yang tersimpan di dalam aki. Dengan demikian, aki dapat digunakan kembali ketika mesin dimatikan.
Kapan Aki Mobil Harus Diganti?
Tidak ada satu angka pasti yang berlaku untuk semua aki karena usia pakai dipengaruhi oleh jenis aki, kondisi kendaraan, temperatur, pola penggunaan, dan sistem kelistrikan mobil. Namun, secara umum aki mobil dapat memiliki usia pakai sekitar 2–4 tahun. Pada penggunaan tertentu, masa pakainya bisa lebih pendek atau lebih panjang.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan usia aki. Perhatikan juga tanda-tanda aki mulai lemah dayanya berikut ini:
Starter mesin terasa berat, apalagi setelah parkir lama.
Lampu utama dan kabin terlihat lebih redup.
Suara klakson terdengar melemah.
Muncul indikator aki di panel instrumen dasbor.
Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengganti Aki?
Sebelum membeli aki baru, jangan hanya melihat harga dan ukuran fisiknya. Pastikan spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan kendaraan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Kapasitas ampere aki yang sesuai dengan rekomendasi mobil Mitsubishi Motors.
Nilai CCA atau Cold Cranking Amps yang sesuai penting untuk memastikan starter bekerja dengan baik.
Ukuran dan posisi terminal. Pastikan dimensi aki, posisi kutub positif dan negatif, serta terminalnya sesuai dengan mobil.
Jenis aki, apakah aki basah, aki kering, atau kombinasi keduanya. Gunakan jenis yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan, terutama pada mobil yang memiliki sistem start-stop.
Cek kondisi sistem pengisian atau alternator, pastikan kondisinya normal sebelum mengganti aki baru. Jika sistem pengisian bermasalah, aki baru pun dapat kembali cepat lemah.
Jangan menunggu aki mati total, karena akan sangat merepotkan ketika terjadi saat dalam perjalanan.
BACA JUGA
• Pengalaman Pakai Mitsubishi Xforce, Dikira Pakai Mobil Listrik
• Frameless Panoramic Roof New Xforce HEV, Bikin Kabin Terasa Lapang
Artikel Terkait

26 Oktober 2026
Cashback dan Bunga 0% Untuk Pembelian Mobil Mitsubishi Motors Periode Oktober 2026
Selengkapnya


26 Oktober 2026
8 Garansi New Mitsubishi Xforce HEV: Mulai dari Baterai, Layanan Darurat, Hingga Ban!
Selengkapnya











