29 Oktober 2026
Ketahui 6 Dampak Mobil yang Jarang Dipakai
Harga bahan bakar minyak (BBM) yang naik belakangan ini membuat sebagian pemilik mobil mulai lebih selektif dalam menggunakan mobilnya untuk menekan biaya BBM. Akibatnya, mobil mungkin lebih sering ditinggalkan di rumah atau terparkir di garasi.
Namun, ada satu hal yang tidak boleh luput dari perhatian: mobil yang jarang digunakan tetap membutuhkan perawatan.
Meski hanya terparkir di garasi, beberapa komponen mobil tetap bisa mengalami penurunan kondisi. Mulai dari aki yang kehilangan daya, tekanan angin ban yang berkurang, hingga karet yang perlahan mulai menggetas.
Dampak mobil yang jarang dipakai meliputi aki tekor, tekanan angin ban berkurang dan flat spot, kabel digigit tikus, karat pada komponen logam, pelumasan mesin yang kurang optimal, serta komponen karet yang mengering, retak, atau getas.
Lantas, bagaimana cara mengantisipasinya? Simak penjelasannya berikut ini.
1. Aki Mobil Tekor dan Sistem Kelistrikan Terganggu
Aki menjadi salah satu komponen yang perlu diperhatikan ketika mobil jarang digunakan. Pasalnya, aki tetap memasok listrik untuk sejumlah fitur, seperti clock atau jam dan immobilizer, meskipun mesin dalam keadaan mati.
Ketika mobil terlalu lama terparkir, daya aki dapat berkurang secara bertahap. Di sisi lain, aki tidak mendapatkan pengisian dari alternator selama mesin tidak beroperasi.
Akibatnya, mobil bisa sulit dinyalakan. Kondisi ini lebih berisiko jika aki sudah berumur atau kesehatannya mulai menurun.
Apa yang perlu dilakukan?
Periksa kondisi aki secara berkala, terutama jika mobil sudah lama tidak digunakan.
Sebelum menyalakan mobil kembali, perhatikan apakah starter terasa berat atau lampu indikator kelistrikan menunjukkan kondisi tidak normal.
2. Tekanan Angin Ban Berkurang dan Ban Bisa Mengalami Flat Spot
Ban mobil tidak otomatis selalu berada dalam kondisi ideal hanya karena kendaraan tidak berjalan. Seiring waktu, tekanan angin dapat berkurang secara alami, bahkan ketika mobil hanya terparkir di garasi.
Jika mobil dibiarkan terlalu lama dalam satu posisi, beban kendaraan juga terus bertumpu pada bagian ban yang sama. Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat memicu flat spot, yaitu perubahan bentuk pada area telapak ban yang terus menapak di permukaan jalan.
Dampaknya bentuk ban tidak lagi bulat sempurna yang bisa menimbulkan getaran saat mobil kembali digunakan, terutama ketika mulai berjalan.
Selain itu, ban yang sudah menua juga berisiko mengalami retak atau getas, terlepas dari seberapa sering kendaraan digunakan.
Apa yang perlu dilakukan?
Periksa tekanan angin ban secara berkala dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan.
Perhatikan kondisi dinding dan telapak ban, termasuk jika muncul retakan atau benjolan.
Disarankan untuk sesekali menyalakan dan menjalankan mobil meski tidak digunakan sehari-hari. Selain membantu menjaga bentuk ban tetap optimal, cara ini juga dapat membantu menjaga kondisi aki tetap terisi dengan baik.
Jangan langsung memaksakan mobil berjalan jauh jika terasa bergetar tidak normal setelah lama terparkir. Periksa kondisi ban terlebih dahulu.
BACA JUGA: Jangan Panik! Ini Langkah Perawatan Mobil Setelah Menerjang Banjir
3. Risiko Tikus Merusak Kabel dan Komponen Kelistrikan
Garasi yang jarang dibuka atau area parkir yang lembap dan penuh barang dapat menjadi tempat persembunyian hewan pengerat, seperti tikus.
Masalahnya, tikus dapat masuk ke ruang mesin dan menggigit kabel, selang, atau bagian lain yang mudah dijangkau. Kabel pada mobil seringkali menjadi sasaran gigitan tikus karena material pelapisnya mengandung bahan berbasis nabati, yang menarik bagi hewan pengerat tersebut.
Jika kabel mengalami kerusakan, sejumlah fitur kelistrikan dapat terganggu. Dalam kondisi tertentu, kerusakan juga bisa menimbulkan risiko korsleting.
Karena itu, pastikan tetap memeriksa mobil yang jarang dipakai, terutama jika area parkirnya berada di dekat jalur pergerakan hewan pengerat.
Apa yang perlu dilakukan?
Jaga kebersihan garasi dan hindari menumpuk sampah atau sisa makanan di sekitar mobil atau area parkir.
Periksa ruang mesin secara berkala untuk mencari tanda keberadaan tikus, seperti kotoran atau bekas gigitan.
Menaruh bubuk kopi atau merica pada permukaan lantai atau tanah tempat mobil disimpan. Tikus tidak menyukai bau kopi dan juga bubuk merica.
Jika ditemukan kabel yang tergigit, sebaiknya minta teknisi memeriksa kerusakannya sebelum mobil dinyalakan kembali.
4. Karat Dapat Muncul pada Komponen Logam
Dampak mobil yang jarang dipakai selanjutnya bisa menimbulkan korosi atau karat di berbagai komponen. Karat dapat muncul pada sejumlah bagian, seperti komponen kolong, kaki-kaki, rangka, dan area bodi yang lapisan catnya sudah rusak.
Risikonya bisa lebih besar jika mobil disimpan di tempat yang lembap, memiliki sirkulasi udara buruk, atau sering terkena air tanpa dikeringkan dengan baik.
Jika dibiarkan, korosi dapat semakin meluas dan berpotensi mengganggu kekuatan komponen tertentu.
Apa yang perlu dilakukan?
Pastikan mobil disimpan di tempat yang kering dengan sirkulasi udara memadai.
Bersihkan dan keringkan mobil setelah terkena hujan atau genangan.
Periksa bagian kolong dan bodi, terutama area yang catnya terkelupas atau pernah mengalami benturan.
Jika ditemukan karat yang cukup luas atau berada pada bagian struktural, mintalah pemeriksaan lebih lanjut di bengkel.
5. Pelumasan Mesin Perlu Diperhatikan Saat Mobil Kembali Digunakan
Mobil yang terlalu lama tidak digunakan juga dapat mempengaruhi kualitas sirkulasi oli mesin. Saat mesin lama tidak dinyalakan, oli akan turun dan berkumpul di bagian bawah mesin sehingga pelumas tidak langsung optimal ketika mobil pertama kali dinyalakan kembali.
Namun, ketika mesin dinyalakan kembali setelah lama terparkir, oil pump atau pompa oli perlu kembali mendistribusikan oli ke berbagai bagian mesin.
Jika kondisi oli sudah menurun, volumenya kurang, atau penggantian oli terlambat, perlindungan terhadap komponen mesin bisa tidak optimal. Risiko ini perlu lebih diperhatikan jika kendaraan disimpan dalam waktu lama tanpa pemeriksaan.
Apa yang perlu dilakukan?
Periksa volume oli mesin sesuai prosedur pada buku manual kendaraan.
Pastikan penggantian oli mengikuti jadwal yang direkomendasikan.
Perhatikan lampu indikator tekanan oli ketika mesin dinyalakan.
Jika lampu peringatan tekanan oli tetap menyala setelah mesin hidup, segera matikan mesin dan lakukan pemeriksaan. Jangan terus menjalankan mobil dengan mengabaikan peringatan tersebut.
BACA JUGA: Jangan Tunggu Sampai Panas! Jadi Kapan Sebaiknya Servis Ac Mobil?
6. Komponen Karet Bisa Mengering, Retak, atau Getas
Tidak hanya mesin dan komponen kelistrikan, bagian berbahan karet juga perlu mendapat perhatian ketika mobil jarang digunakan
Beberapa contohnya adalah karet wiper, karet pintu, seal kaca, serta karet pada komponen kaki-kaki atau suspensi. Mobil yang jarang dipakai tentu akan mempengaruhi tingkat elastisitas dari komponen karet yang ada pada mobil.
Akibatnya, karet wiper bisa mengeras dan tidak menyapu air dengan baik. Karet pintu atau seal kaca yang sudah aus juga dapat mengurangi kemampuan menahan air dan suara dari luar. Sementara itu, karet pada komponen kaki-kaki yang rusak dapat menimbulkan bunyi atau mengurangi kenyamanan berkendara.
Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh mobil yang jarang dipakai, tetapi penyimpanan yang kurang tepat dapat memperburuk masalah pada komponen yang sudah menua.
Apa yang perlu dilakukan?
Parkirkan mobil di tempat teduh jika memungkinkan.
Periksa kondisi karet wiper, seal pintu, dan komponen karet lainnya secara berkala.
Segera ganti komponen yang sudah retak, mengeras, atau tidak berfungsi dengan baik.
Ringkasan: 6 Dampak Mobil yang Jarang Dipakai
Aki dan sistem kelistrikan bermasalah: aki tetap memasok listrik saat mesin mati dan tidak diisi alternator.
Tekanan angin ban berkurang dan flat spot: beban yang terus bertumpu pada bagian ban yang sama dapat mengubah bentuk ban.
Kabel dan komponen kelistrikan digigit tikus: garasi yang jarang dibuka bisa menjadi tempat persembunyian hewan pengerat.
Karat pada komponen logam: risiko lebih besar jika mobil disimpan di tempat lembap.
Pelumasan mesin kurang optimal: oli turun ke bagian bawah mesin saat lama tidak menyala.
Komponen karet mengering, retak, atau getas: misalnya karet wiper, karet pintu, seal kaca, dan karet kaki-kaki.
Komponen Lain yang Perlu Diperiksa Jika Mobil Terparkir Lama
Selain enam dampak di atas, ada beberapa komponen lain yang sebaiknya diperiksa sebelum mobil kembali digunakan, terutama setelah berbulan-bulan tidak beroperasi.
Bahan bakar: Bensin dapat mengalami penurunan kualitas jika disimpan terlalu lama. Pada mesin diesel, kondisi bahan bakar dan potensi kontaminasi air juga perlu diperhatikan. Ikuti rekomendasi pabrikan untuk penyimpanan bahan bakar.
Sistem rem: Karat permukaan pada cakram rem dapat muncul setelah mobil terparkir, terutama di lingkungan lembap. Perhatikan jika rem terasa tidak normal, terdengar bunyi berlebihan, atau mobil sulit dihentikan.
Sistem AC: Filter kabin dapat menumpuk debu dan kotoran selama kendaraan disimpan. Periksa kebersihan filter serta kondisi AC jika aliran udara melemah atau muncul bau tidak sedap.
Cairan kendaraan: Periksa level air coolant , minyak rem, dan cairan lain sesuai petunjuk pada buku manual. Pastikan tidak ada kebocoran.
Wiper dan lampu: Pastikan wiper dapat menyapu air dengan baik dan seluruh lampu berfungsi sebelum berkendara.
Kabin mobil: Mobil yang diparkir terlalu lama dapat menyebabkan udara dalam kabin terperangkap dan lembap. Akibatnya, jamur dapat muncul dan tumbuh pada dalam kabin. Sesekali panaskan mobil dengan AC menyala, buka jendela untuk sirkulasi, parkir di tempat kering, dan taruh penyerap kelembapan (silica gel atau pengharum anti-lembap) di dalam kabin.
Shock bagasi: Shock bagasi (gas strut) akan kehilangan tenaga angkatnya pelan-pelan, karena seal dan oli di dalamnya mengering atau mengeras. Shock bagasi juga memang bisa melemah karena usia (umumnya beberapa tahun), jadi “diam lama” hanya mempercepat. Sesekali buka-tutup bagasi supaya seal tetap terlumasi, dan jaga batang shock tetap bersih dari karat.
Perlu diingat, komponen-komponen tersebut tidak selalu rusak hanya karena mobil jarang dipakai. Usia kendaraan, kondisi lingkungan, durasi penyimpanan, dan riwayat perawatan turut memengaruhi kondisinya.
Tips Merawat Mobil yang Jarang Dipakai agar Tetap Prima
Agar kendaraan tetap siap digunakan, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Periksa kondisi mobil secara berkala. Perhatikan aki, ban, kebocoran cairan, kondisi karet, dan area ruang mesin.
Ikuti jadwal perawatan berdasarkan waktu dan jarak tempuh. Mobil yang jarang digunakan tetap membutuhkan penggantian oli dan pemeriksaan berkala sesuai rekomendasi pabrikan.
Jangan hanya menyalakan mesin sebentar. Jika kondisi kendaraan memungkinkan, berkendaralah secara berkala dengan durasi yang cukup agar mesin mencapai suhu kerja dan sistem pengisian bekerja sebagaimana mestinya.
Lakukan pemeriksaan sebelum perjalanan jauh. Pastikan tekanan ban, rem, lampu, cairan-cairan pada kendaraan, dan kondisi aki dalam keadaan baik.
Frekuensi penggunaan dan pemeriksaan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kendaraan serta petunjuk pabrikan. Jika mobil akan disimpan dalam waktu sangat lama, konsultasikan metode penyimpanan yang tepat dengan bengkel resmi.
Jangan Abaikan Perawatan Mobil
Mobil yang jarang digunakan belum tentu mengalami kerusakan. Akan tetapi, pemeriksaan berkala dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal, menjaga komponen tetap berfungsi dengan baik, dan mengurangi risiko kendala ketika mobil kembali dibutuhkan.
Untuk menjaga performa mobil Mitsubishi tetap optimal, lakukan pemeriksaan dan perawatan berkala di bengkel resmi Mitsubishi Motors terdekat. Anda juga dapat memanfaatkan fitur Booking Service di aplikasi My Mitsubishi Motors ID untuk membantu merencanakan kunjungan servis dengan lebih praktis.
Dengan perawatan yang sesuai, mobil tetap siap menemani aktivitas Anda saat dibutuhkan, tanpa harus mengabaikan kebutuhan untuk menghemat pengeluaran sehari-hari.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Mobil yang Jarang Dipakai
Dampaknya antara lain aki tekor, tekanan angin ban berkurang dan flat spot, kabel digigit tikus, karat pada komponen logam, pelumasan mesin yang kurang optimal, serta komponen karet yang mengering, retak, atau getas.
Artikel Terkait

29 Oktober 2026
Perbedaan Varian New Mitsubishi Xforce 2026: Exceed, Ultimate, atau HEV, Mana yang Cocok untuk Anda?
Selengkapnya



22 Oktober 2026
Keunggulan Mitsubishi Xpander Exceed Tourer yang Cocok untuk Aktivitas Harian hingga Perjalanan Jauh
Selengkapnya











