Kami menggunakan cookies untuk mengumpulkan informasi mengenai bagaimana pengunjung menggunakan website kami. Cookies membantu kami untuk memberikan pengalaman terbaik kepada Anda ketika menggunakan website kami. Dengan klik tombol “Terima Cookies”, Anda setuju untuk menggunakan cookies ini.
16 Mei 2019
Mitsubishi e-Yi Concept Didesain Mampu Melaju Lebih dari 700 Km
Mitsubishi Motors kembali unjuk gigi dalam ajang pameran otomotif, kali ini bertempat di perhelatan Shanghai International Automobile Industry Exhibition 2019. Mitsubishi Motors Corporation (MMC) menghadirkan sebuah mobil konsep bermesin Plug-in Hybrid (PHEV) bertipe SUV yaitu Mitsubishi e-Yi Concept yang mengawali debutnya di kawasan Asia.
Meski mobil ini masih berupa konsep, langkah ini jelas merupakan langkah pendekatan untuk melihat minat masyarakat terutama di kawasan Asia terhadap produk berplatform PHEV tersebut. Saat ini memang Cina sedang menjadi pasar yang menjanjikan untuk pemasaran mobil listrik maupun hybrid di kawasan Asia.
Dengan tagline “Urban Ambitious Life”, Mitsubishi e-Yi Concept didesain untuk memenuhi kebutuhan penggemar SUV. Apalagi, mobil ini telah disemati sistem elektrifikasi a la MMC yang sudah terkenal dan teruji pada Outlander PHEV. Mitsubishi e-Yi Concept menggunakan baterai berkapasitas besar dengan sistem penggerak Twin Motor yang diklaim mampu menghasilkan tenaga besar, namun efisien.

Sistem itu disandingkan dengan mesin bensin berkapasitas 2.4 Liter. Jika dalam kondisi bensin serta baterai penuh, Mitsubishi e-Yi Concept bisa dijalankan lebih dari 700 km. Sementara jika hanya mengandalkan baterai murni, mobil ini dapat menempuh jarak maksimal 70 km (WLTP cycle).
Sebagai sebuah kendaraan konsep tipe SUV, e-Yi Concept juga dituntut bisa mengarungi berbagai lintasan. Maka itu pula MMC turut menggandengkan Twin Motor-nya dengan 4WD (four-wheel-drive) full time. Tak hanya itu, beberapa fitur guna mendukung kelincahan Mitsubishi e-Yi Concept juga turut diaplikasi, mulai dari Active Yaw Control (AYC) dan Super All-Wheel Control (S-AWC).
Kedua fitur unggulan Mitsubishi ini juga disandingkan dengan perangkat bantuan yang tergabung ke dalam Advanced Driver Assistance System (ADAS). Sementara untuk sistem keselamatannya ada brake force pada setiap roda dan sudah terintegrasi pula dengan sistem rem ABS (Anti-Lock Braking System).

Selain performa, Mitsubishi e-Yi Concept memiliki tampilan dinamis. Ditunjukkan melalui penerapan desain garis dan lekukan tegas. Pada bagian muka juga tersaji grill besar dan aksen krom. Menariknya, gaya desain area ini mirip dengan Mitsubishi Xpander. Ditambah lagi dengan komposisi lampu utama di bawah dan DRL (Daytime Running Light) di atas lampu utama.
Sedangkan pada bagian samping Mitsubishi e-Yi Concept ini terlihat agresif dengan model velg besar. Ditambah lagi penerapan two-tone colour tak biasa yakni warna alumunium dan biru. Selanjutnya, bagian belakang kendaraan konsep ini lebih terlihat modern dan simpel karena minim tekukan garis-garis keras.

Jika melihat ke bagian kabin, Mitsubishi e-Yi Concept menawarkan kemewahan dan kenyamanan baik pengemudi maupun penumpang. Namun, desain dashboard rancangan MMC yang diistilahkan Horizontal Axis mampu membuat pengendaranya tetap leluasa saat mengendarai mobil ini di lintasan off-road sekalipun. Artinya, pengemudi mendapatkan posisi mengemudi serta visibilitas yang baik.
Belum lagi ditunjang oleh penyajian informasi dari panel instrumen dari layar LCD berukuran 12,3 inci. Pada layar ini terdapat berbagai informasi mengenai mobil ini, mulai dari kecepatan, putaran mesin, dan juga perputaran energi hybrid serta data lain seperti jarak tempuh mobil. Sistem navigasi juga tersedia pada layar besar ini yang sudah terkoneksi dengan Mitsubishi Connect. Monitor berukuran serupa juga ditemui pada area tengah dashboard sebagai pusat sistem hiburan.
Melihat fitur dan desain yang ciamik dari mobil konsep teranyar Mitsubishi e-Yi Concept, jelas bahwa Mitsubishi Motors Corporation (MMC) senantiasa ingin selalu memberikan produk terbaiknya. Apakah mobil konsep ini akan diproduksi menjadi kendaraan konsumen massal? Semoga saja!
Artikel Terkait

31 Agustus 2026
Frameless Panoramic Roof New Xforce: Bikin Kabin Terasa Lebih Lapang
Keberadaan fitur panoramic roof pada mobil membuat kabin terasa lebih terang dan lega. Mitsubishi New Xforce baik varian hybrid maupun bermesin bensin, saat ini sudah dilengkapi atap kaca tersebut, untuk menunjang kenyamanan dan kemewahannya. Klik di sini untuk Informasi selengkapnya...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pengalaman Pakai Mitsubishi Xforce Dikira Pakai Mobil Listrik
Mitsubishi Xforce menjadi pilihan Adi Kamer Putra, seorang profesional yang menjabat sebagai Executive to President Director di salah satu perusahaan BUMN terkemuka. Bagi Adi, Mitsubishi Xforce menawarkan kombinasi desain modern, kenyamanan, teknologi, serta kemampuan yang sesuai untuk kebutuhan berkendara di perkotaan maupun perjalanan luar kota. Baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mengapa Mobil Hybrid dan ICE Paling Relevan Untuk Pasar Indonesia?
Elektrifikasi kendaraan terus berkembang di Indonesia. Namun, di tengah meningkatnya pilihan mobil listrik, kendaraan hybrid dan mesin pembakaran internal (ICE) masih menjadi pilihan yang relevan. Alasannya sederhana, karena kondisi Indonesia membutuhkan kendaraan yang praktis, fleksibel, dan bisa digunakan di berbagai wilayah. Selengkapnya baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pandangan 360, Manuver Lebih Percaya Diri dengan Mitsubishi New Xforce
Parkir atau bermanuver di area sempit menjadi lebih mudah dengan kamera 360 derajat atau yang disebut sebagai Multi Around Monitor (MAM). Fitur kamera multiarah ini sudah menjadi standar pada keluarga New Xforce, baik berpenggerak HEV maupun ICE. Selengkapnya baca di sini..
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mitsubishi New Xforce ICE: Pilihan Masuk Akal untuk First SUV Buyer
Memilih SUV pertama bukan sekadar soal desain. Bagi first SUV buyer, mobil ideal harus menawarkan posisi berkendara yang lebih tinggi, nyaman digunakan sehari-hari, mudah dikendarai, sekaligus tidak membuat pemilik harus beradaptasi terlalu banyak dengan teknologi baru. Informasi lebih lanjut klik di sini...
Selengkapnya











