Kami menggunakan cookies untuk mengumpulkan informasi mengenai bagaimana pengunjung menggunakan website kami. Cookies membantu kami untuk memberikan pengalaman terbaik kepada Anda ketika menggunakan website kami. Dengan klik tombol “Terima Cookies”, Anda setuju untuk menggunakan cookies ini.
16 Maret 2019
Mitsubishi Xpander Catat Rekor 100 Ribu Unit Dalam 18 Bulan
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) berhasil mencatat rekor penjualan Xpander. Mobil keluarga andalan Mitsubishi ini sudah terjual 100 ribu unit hanya dalam waktu hanya 18 bulan sejak pertama kali diluncurkan.
"Ini pencapaian yang baik bagi Mitsubishi. Artinya produk kami diterima dengan baik oleh masyarakat di Indonesia," kata Naoya Nakamura, Presiden Direktur MMKSI saat acara Media Gathering di Jakarta, Rabu, 13 Maret 2019.

Sejak diluncurkan di ajang GIIAS 2017, angka penjualan Mitsubishi Xpander secara retail sudah mencapai 100.000 unit pada awal Maret 2019. Capaian penjualan retail ini menjadikan Xpander sebagai model kendaraan yang mencapai penjualan tercepat ke 100.000 unit di kelas small-MPV dalam kurun waktu 18 bulan. Seremoni penyerahan unit ke-100.000 dilaksanakan pada kesempatan pertemuan tahunan MMKSI dan media massa nasional pada 13 Maret 2019.

Tak hanya Xpander, sepanjang Januari hingga Desember 2018 penjualan kendaraan Mitsubishi di Indonesia juga meningkat dan mencapai angka 146ribu unit. Angka tersebut terdiri dari kendaraan penumpang (Pajero Sport, Xpander, Outlander Sport, Delica, Mirage) sebesar 99ribu unit dan Kendaraan niaga ringan (Triton, L300, dan T120SS) sebesar 47ribu unit.
Total pangsa pasar kendaraan penumpang pada 2018 mencapai 11,6 persen, naik periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,4 persen. Sedangkan pangsa pasar kendaraan niaga ringan tumbuh menjadi 26,6 persen.

Di tahun 2019, MMKSI akan meluncurkan beberapa produk baru dan penyegaran produk yang telah dikembangkan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Hal ini juga dilakukan agar MMKSI dapat memperkuat lini penjualan dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Artikel Terkait

31 Agustus 2026
Frameless Panoramic Roof New Xforce: Bikin Kabin Terasa Lebih Lapang
Keberadaan fitur panoramic roof pada mobil membuat kabin terasa lebih terang dan lega. Mitsubishi New Xforce baik varian hybrid maupun bermesin bensin, saat ini sudah dilengkapi atap kaca tersebut, untuk menunjang kenyamanan dan kemewahannya. Klik di sini untuk Informasi selengkapnya...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pengalaman Pakai Mitsubishi Xforce Dikira Pakai Mobil Listrik
Mitsubishi Xforce menjadi pilihan Adi Kamer Putra, seorang profesional yang menjabat sebagai Executive to President Director di salah satu perusahaan BUMN terkemuka. Bagi Adi, Mitsubishi Xforce menawarkan kombinasi desain modern, kenyamanan, teknologi, serta kemampuan yang sesuai untuk kebutuhan berkendara di perkotaan maupun perjalanan luar kota. Baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mengapa Mobil Hybrid dan ICE Paling Relevan Untuk Pasar Indonesia?
Elektrifikasi kendaraan terus berkembang di Indonesia. Namun, di tengah meningkatnya pilihan mobil listrik, kendaraan hybrid dan mesin pembakaran internal (ICE) masih menjadi pilihan yang relevan. Alasannya sederhana, karena kondisi Indonesia membutuhkan kendaraan yang praktis, fleksibel, dan bisa digunakan di berbagai wilayah. Selengkapnya baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pandangan 360, Manuver Lebih Percaya Diri dengan Mitsubishi New Xforce
Parkir atau bermanuver di area sempit menjadi lebih mudah dengan kamera 360 derajat atau yang disebut sebagai Multi Around Monitor (MAM). Fitur kamera multiarah ini sudah menjadi standar pada keluarga New Xforce, baik berpenggerak HEV maupun ICE. Selengkapnya baca di sini..
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mitsubishi New Xforce ICE: Pilihan Masuk Akal untuk First SUV Buyer
Memilih SUV pertama bukan sekadar soal desain. Bagi first SUV buyer, mobil ideal harus menawarkan posisi berkendara yang lebih tinggi, nyaman digunakan sehari-hari, mudah dikendarai, sekaligus tidak membuat pemilik harus beradaptasi terlalu banyak dengan teknologi baru. Informasi lebih lanjut klik di sini...
Selengkapnya











