Kami menggunakan cookies untuk mengumpulkan informasi mengenai bagaimana pengunjung menggunakan website kami. Cookies membantu kami untuk memberikan pengalaman terbaik kepada Anda ketika menggunakan website kami. Dengan klik tombol “Terima Cookies”, Anda setuju untuk menggunakan cookies ini.
29 November 2024
Cara Pakai Transmisi Otomatis Konvensional Vs CVT
Meski sama-sama jenis transmisi otomatis ber-torque converter, namun transmisi matik konvensional (AT) dan CVT (Continuously Variable Transmission) memiliki cara kerja dan komponen yang berbeda. Mobil-mobil Mitsubishi Motors mengadopsi dua jenis transmisi matik tersebut.
Sebagai pembeda komponen, transmisi matik konvensional kinerjanya mengandalkan planetary gear sebagai penentu rasio gigi (1-4, 1-5, dst), yang dibantu oleh beberapa kopling dan solenoid valve sebagai penentu perpindahan percepatannya. Perpindahan percepatan tersebut digerakkan oleh oli matik berdasarkan perintah ECU.
Sementara matik CVT, sistem kerjanya menggunakan dua puli serta sabuk baja sebagai penentu rasio putaran mesin ke roda. Besar kecilnya puli tersebut digerakkan oleh oli CVT berdasarkan perintah dari ECU. Transmisi ini dirancang lebih ringkas untuk menghasilkan efisiensi berkendara lebih baik, karena tak lagi memakai deretan gigi (planetary gear) yang berat dan banyak friksi.
Karena perbedaan tersebut, makanya transmisi AT dan CVT punya output karakter yang berbeda. Transmisi AT andal dipakai untuk beban, sementara CVT memberikan perpindahan halus dan efisiensi bbm yang signifikan. Makanya cara memaksimal kemampuannya pun bisa berbeda, meski cara pakainya sama.
Perbedaan signifikan antara keduanya terutama saat berakselerasi. Untuk memaksimalkan performa dan kondisi transmisi matik CVT, sebaiknya tidak sering melakukan akselerasi mendadak. Dalam mode berkendara normal, usahakan putaran mesin juga tak melewati 2.500 RPM.
Jika membutuhkan tenaga akselerasi tambahan saat mendahului, gunakan tombol Ds x(Downshift & Sporty) yang terdapat di kepala tuas transmisi. Dengan begitu maka secara pintar, sistem CVT akan memberikan respons putaran agak tinggi secara instan sehingga mobil lebih melaju.
Nah, saat menanjak dan menurun, matik AT konvensional bisa menggunakan posisi tuas selektor di “2” atau “L”, tergantung tingkat kemiringannya. Kedua posisi tersebut akan membantu transmisi mengail respons mesin saat menanjak, dan memberikan engine brake ketika berjalan turun.
Sementara untuk matik CVT, jika tanjakan tak terlampau curam gunakan posisi “D” saja. Dengan rentang rasio puli yang fleksibel, transmisi masih bisa melayani mesin untuk melahap tanjakan. Lantas untuk tanjakan curam yang berpotensi membuat mesin berputar di atas 2.500 RPM, silahkan pindahkan ke posisi “L”. Posisi “L” juga bisa digunakan untuk menghadapi jalan turunan yang membutuhkan efek engine brake lebih banyak.
Setelah mengetahui perbedaan cara perlakuan antara matik AT konvensional dengan CVT, Anda juga wajib tahu kalau jenis oli masing-masing transmisi juga berbeda. Matik AT memakai oli jenis ATF (Automatic Transmission Fluid) yang karakter pelumasannya tinggi, sementara matik CVT pakai CVT Fluid yang sifatnya jauh lebih licin dan encer.
BACA JUGA
Artikel Terkait

31 Agustus 2026
Frameless Panoramic Roof New Xforce: Bikin Kabin Terasa Lebih Lapang
Keberadaan fitur panoramic roof pada mobil membuat kabin terasa lebih terang dan lega. Mitsubishi New Xforce baik varian hybrid maupun bermesin bensin, saat ini sudah dilengkapi atap kaca tersebut, untuk menunjang kenyamanan dan kemewahannya. Klik di sini untuk Informasi selengkapnya...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pengalaman Pakai Mitsubishi Xforce Dikira Pakai Mobil Listrik
Mitsubishi Xforce menjadi pilihan Adi Kamer Putra, seorang profesional yang menjabat sebagai Executive to President Director di salah satu perusahaan BUMN terkemuka. Bagi Adi, Mitsubishi Xforce menawarkan kombinasi desain modern, kenyamanan, teknologi, serta kemampuan yang sesuai untuk kebutuhan berkendara di perkotaan maupun perjalanan luar kota. Baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mengapa Mobil Hybrid dan ICE Paling Relevan Untuk Pasar Indonesia?
Elektrifikasi kendaraan terus berkembang di Indonesia. Namun, di tengah meningkatnya pilihan mobil listrik, kendaraan hybrid dan mesin pembakaran internal (ICE) masih menjadi pilihan yang relevan. Alasannya sederhana, karena kondisi Indonesia membutuhkan kendaraan yang praktis, fleksibel, dan bisa digunakan di berbagai wilayah. Selengkapnya baca di sini...
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Pandangan 360, Manuver Lebih Percaya Diri dengan Mitsubishi New Xforce
Parkir atau bermanuver di area sempit menjadi lebih mudah dengan kamera 360 derajat atau yang disebut sebagai Multi Around Monitor (MAM). Fitur kamera multiarah ini sudah menjadi standar pada keluarga New Xforce, baik berpenggerak HEV maupun ICE. Selengkapnya baca di sini..
Selengkapnya
31 Agustus 2026
Mitsubishi New Xforce ICE: Pilihan Masuk Akal untuk First SUV Buyer
Memilih SUV pertama bukan sekadar soal desain. Bagi first SUV buyer, mobil ideal harus menawarkan posisi berkendara yang lebih tinggi, nyaman digunakan sehari-hari, mudah dikendarai, sekaligus tidak membuat pemilik harus beradaptasi terlalu banyak dengan teknologi baru. Informasi lebih lanjut klik di sini...
Selengkapnya











