Berkendara saat menjalankan ibadah puasa membutuhkan perhatian ekstra. Perubahan pola makan, jam tidur, hingga kondisi lalu lintas yang lebih padat menjelang waktu berbuka dapat mempengaruhi konsentrasi dan keselamatan berkendara. Oleh karena itu, penting bagi pengemudi untuk melakukan persiapan diri, memastikan kondisi kendaraan, serta memahami karakter lalu lintas di setiap waktu.
Nah, berikut ini adalah panduan lengkap tips berkendara aman dan nyaman saat puasa, dari pagi hingga sore hari menjelang buka puasa:
Persiapan Diri Pengemudi
Pastikan sahur dengan gizi seimbang, terutama karbohidrat kompleks dan protein agar energi bertahan lebih lama.
Hindari konsumsi makanan terlalu manis atau berlemak berlebihan saat sahur karena dapat memicu lemas di siang hari.
Tidur yang cukup agar konsentrasi tetap optimal saat mengemudi.
Kelola emosi dan hindari sikap terburu-buru, terutama saat kondisi lalu lintas padat.
Persiapan Kendaraan
Cek kondisi rem, ban, dan tekanan angin secara berkala.
Pastikan AC berfungsi dengan baik untuk menjaga kenyamanan dan fokus.
Periksa cairan kendaraan seperti oli mesin, air radiator, dan washer wiper.
Isi bahan bakar secukupnya agar tidak perlu berhenti mendadak saat kondisi tubuh mulai lelah.
Pahami Situasi Lalu Lintas Pagi, Siang, dan Sore
Selama bulan puasa, jam sibuk bisa berubah seketika. Pagi hari biasanya lebih padat, siang relatif lengang, dan sore menjelang buka puasa sangat ramai. Rencanakan rute perjalanan dan waktu berangkat untuk menghindari stres berlebihan.
Pagi hari setelah sahur adalah waktu di mana tubuh masih relatif segar, namun rasa kantuk bisa menjadi tantangan utama. Karena itu berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan dan mengurangi tekanan waktu.
Hindari berkendara agresif meski kondisi tubuh masih bertenaga. Selalu jaga jarak aman karena lalu lintas pagi cenderung padat dan tidak stabil. Gunakan mode berkendara santai agar tubuh tidak cepat lelah.
Nah, saat siang hari biasanya ditandai dengan penurunan energi dan meningkatnya rasa haus atau lelah. Tips berkendara pada siang hari saat puasa yang direkomendasikan adalah, sebisa mungkin hindari perjalanan jauh di waktu siang. Gunakan AC secukupnya dan atur sirkulasi udara agar tidak mengantuk.
Selain itu, berkendaralah dengan kecepatan stabil dan hindari manuver mendadak. Jika merasa sangat lelah, menepi dan istirahat sejenak jauh lebih aman dibanding memaksakan diri.
Untuk diketahui, waktu paling rawan kecelakaan saat puasa adalah sore hari menjelang buka puasa. Kondisi tubuh melemah, emosi lebih sensitif, dan lalu lintas meningkat drastis. Karena itu, berkendara sore hari wajib ekstra waspada.
Turunkan ekspektasi waktu tempuh dan jangan memaksakan tiba lebih cepat. Waspadai pengendara lain yang terburu-buru atau kurang sabar. Jangan lupa jaga jarak lebih jauh karena risiko pengereman mendadak meningkat.
Fokus penuh, hindari penggunaan ponsel, dan kurangi distraksi. Jika memungkinkan, berhenti sejenak untuk berbuka daripada memaksakan berkendara dalam kondisi lelah.
Puasa bukan alasan untuk menurunkan keselamatan. Justru, bulan Ramadan menjadi momen untuk berkendara dengan lebih sabar, bijak, dan penuh kesadaran.
BACA JUGA
• Mitsubishi Destinator: Aman, Nyaman, dan Efisien Untuk Mobilitas Aktif
• Alasan Mobil Mitsubishi Motors Siap Dipakai di Medan Tak Rata